queen-ing, washing then blogging

Tuesday, October 4, 2016

Pengelolaan Tabungan untuk Simpanan dan Investasi Masa Depan - Cara Ratu


E:\BLOGGING\IKLAN\saving.jpg
Aloha!
Dipikir-pikir jarang juga ya bikin tulisan mengenai keuangan. Biar makin banyak referensi keuangan ala emak yang sehari-harinya ibu rumah tangga dan freelancer kayak saya, kali ini saya pengen bahas soal tabungan.
Nabung itu sebenarnya penting banget buat saya karena saya punya banyak impian dua diantaranya adalah agar anak mengenyam pendidikan yang bagus dan memiliki masa depan terjamin dan jaminan hari tua saya juga nanti karena saya ga ada uang pensiun. yaiyalah namanya juga pekerja lepas.
Jaman-jaman muda atau anak-anak pasti sering banget ngebahas di pelajaran PMP atau PPKN yang menyatakan bahwa gemar menabung itu penting. Di pelajaran Bahasa Indonesia kita ketemu istilah hemat pangkal kaya. Dulu kayaknya gencar-gencarnya nabung karena disuruh guru atau saingan sama temen yak, tapi makin gede kok justru lebih gampang diomongin daripada dilakuin. Semua orang bahkan nenek-nenek dimanapun berada juga tahu dong kalau yang smart mengelola keuangan itu ya yang bisa abung, menyisihkan penghasilan untuk masukin ke tabungan tapi tetep aja sering kita susah ngejalaninnya.
Susah sih apalagi kalau dibandingkan dorongan hati untuk belanja, saya berusaha disiplin dan menjalankan dengan sistem yang diadaptasi dari mana-mana sih mak. Memang banyak bolong dan longgarnya, masih banyak kekurangan tapi paling nggak ya saya menjalankan dan berusaha konsisten.
Ini caranya:
#1 Bayarin diri sendiri dulu
Karena saya adalah pekerja lepas yang harus kerja kalau nggak, nggak dapet gaji jadi begitu dapat pemasukan berupa gaji dan fee ya dikumpulin dulu dan sebagian langsung dipakai untuk’membayar’ diri sendiri sejumlah tertentu. Membayar diri sendiri maksudnya gimana? Jadi saya punya rekening bank yang lebih dari satu. Satunya buat transaksi, satunya lagi memang diniatin untuk jadi rekening tabungan. Kita tuh susah nabung karena mikir soal nabungnya belakangan mungkin di akhir bulan, begitu akhir bulan tahu-tahu udah mepet buat keperluan ini itu dan gagal nabung. Coba deh nabungnya diawal, ditransfer dulu ke rekening tabungan yang dikhususin buat tabungan. Kalau bisa rekening tabungan ini ga pake ATM ya biar ga gampang tergoda bobolnya terutama kalau udah lihat sale baju bocah yang imut-imut di emol.
#2 Kurangi pengeluaran
Setelah uang yang kita miliki dipotong diawal sesuai dengan jumlah yang sudah kita sepakati dengan pasangan maka sisanya tentu buat pos-pos pengeluaran ke depan hingga fee atau gaji berikutnya terbit lagi di rekening transaksi kita. Walaupun sisa uang tersebut untuk pengeluaran tapi ga lantas kita habisin gitu aja, kita kan nggak pernah tahu jika ada keperluan mendadak atau apa yang menanti kita. Makin irit makin bagus mak, tapi bukan berarti pelit lho :D
Kurangi pengeluaran dengan cara beli tunai belanjaan kita, hindari sering-sering pakai kartu kredit jika punya atau sistem pembayaran cicilan kalau anggarannya sudah kita pegang dan atur. Misalnya mau beli panci di ecommerce ya mending langsung lunas aja biar kita juga bisa sekalian ngerem daripada ga berasa karena cicilan tapi malah lebih boros karena hal lainnya.
Pengeluaran juga didata biar kita tahu abisnya kemana aja. Jalankan juga kebiasaan hemat misalnya nih kalau jalan-jalan ke emol daripada tiap kehausan beli frappe atau apa mending bawa deh 1-2 botol air mineral atau tempat minum sendiri biar ga bentar-bentar beli. Nah kalau misal sebelumnya doyan beli makanan di luar, mending dikurangi jadi hari-hari tertentu aja dan selebihnya masak sendiri soalnya masak sendiri pastinya lebih hemat mak.
#3 Tabungan dan Investasi
Investasi bukan cuma emas atau surat tanah lho, tabungan juga investasi karena itu pilih-pilih deh bank yang prospeknya bagus buat kita, dari sisi keamanannya, keuntungannya dan bunga atau bagi hasilnya. Salah pilih bisa berdampak nggak oke lho, ya kalau biaya pelayanan lebih gede dari keuntungannya kan mending kita kekepin aja di bawah bantal.
Terus sistem bunga atau bagi hasilnya juga kita kudu lihat dulu prospeknya, bukan gimana nih masalahnya kan nilai uang naik terus ya mak. Jarang banget namanya nilai uang turun jauh. Jaman kakek kita dulu duit 1,000 rupiah bisa beli sapi, sekarang duit segitu beli es juga dapatnya setengah doang atau gorengan dua biji.
Kadang saya ngerjain ‘proyek’ yang bayarannya berupa mata uang asing, nah ini saya seneng nerimanya apalagi kalau nilai tukarnya bagus. Mata uang asing juga merupakan investasi yang bagus, daripada disimpen doang di rekeing bank virtual dan dipake belanja-belanja pasti kan segitu-gitu aja atau malah habis, tapi kalau kita ketemu bank yang pas untuk nyimpen uang asing itu di rekening lebih bagus prospek mata uang asing yang kita simpen tersebut kedepannya. Terutama untuk kita-kita yang mempertimbangkan bunga ya. Mata uang asing gini daripada langsung ditarik mendingan ditabung mak, kita kan tidak pernah tahu apa yang ada di masa depan, siapa tahu nilai tukarnya bakalan naik lagi nanti. Misalnya sekarang 1 USD 13,000 mungkin nanti 1 USD 14,000, kalau tabungan saya 1000 USD jadi 14,000,000 alih-alih 13,000,000. Lumayan kan… *eh bukannya nggak nasionalis lho, ini kan ceritanya lagi ngomongin duit dari pandangan emak pekerja lepas kayak saya ;p


Jadi gitu secara garis besarnya, pengelolaan keuangan dan tabungan ala saya. Kalau emaks sekalian gimana? Boleh dong bagi tipsnya sebagai referensi buat saya :D

10 comments on "Pengelolaan Tabungan untuk Simpanan dan Investasi Masa Depan - Cara Ratu"
  1. Kalau aku sih di awal bulan bayarin semua cicilan termasuk nabung. Sisanya baru tuh buat foya foya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wowww istri idaman nih, pinter ngatur duit ;)

      Delete
  2. memang harus ngerem diri sendiri banget ini mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya demi perekonomian mapan, kemauan ke mol harus di rem2

      Delete
  3. hmm...masih sulit ternyata, apalagi poin 2 dan 3 itu.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, mbak ada tips lainkah yg mudah dipraktekkan?

      Delete
  4. berarti uang 1000 dulu setara dengan 10 juta sekarang neng

    ReplyDelete
  5. kalo saya lebih memilih envestasi ke emas neng, karena keuntungannya juga lumayan dan bisa dipake anak istri juga sebagai perhiasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa juga mas, tapi kalo dana darurat baiknya sih di tabungan aja, lebih liquid :)

      Delete

Terimakasih kunjungannya. Komennya dimoderasi. Semua komen saya baca Dan akan segera saya kunjungi balik :)