Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Friday, October 22, 2021

TRAC To Go Solusi Bisnis Trip Lelang Aset Properti

 


Aloha!


Apakabar?

Semoga sehat selalu ya, apalagi target vaksinasi sudah semakin meningkat.

Amin amin Amin, kita optimis bisa kembali ke kehidupan normal yang beneran normal.


Alhamdulillah dengan menurunnya kasus COVID-19, aktivitas masyarakat mulai menggeliat kembali. Roda perekonomian kembali berjalan. Alhamdulillah, Daya beli masyarakat mulai meningkat. 


Saya inget awal-awal pandemi, ya Allah semua stop. Sunyi, hening, sampe duit dikempit-kempit, supaya tetep ada cash kalo ada crash. 

Dimana-mana lockdown. Hampir sebagian besar kluster di kompleks saya melakukan pembatasan aktivitas keluar masuk kluster. Bahkan ada kluster yang aktivitas keluar masuknya terjadwal. Yang biasa jualan makanan jadi terhambat karena ada penjadwalan ini.


Barang-barang yang diantar kurirpun terhenti dan menumpuk di gerbang kluster, security kewalahan mengumpulkan dan mengumumkan pemilik paket tersebut, agar segera diambil. Yang punya kesadaran untuk mengambil ya pasti langsung ngambil, tapi yang butuh-ga butuh? Paketnya menumpuk di kantor security. 


Dampaknya untuk saya? Berdampak banget. Saya, sebagai marketing property, yang biasa keluar masuk kluster untuk cek stok dan menemani konsumen untuk survey rumah, otomatis terhenti karena banyak pembatasan yang diberlakukan masing-masing kluster. 


Pembangunan renovasi rumah-rumah pun tersendat. Saat itu usaha maksimal yang bisa dilakukan adalah tetap beriklan di sosial media melalui grup-grup yang ada di Facebook atau akun sosial media lainnya. 


Tapi tetap saja mentok, saat konsumen ada yang tertarik ingin melihat langsung properti tersebut. Ternyata properti terletak di kluster yang memberlakukan pembatasan. Aaaaaa.... Mental lagi. Mentah lagi. 


Akhirnya saya cuma bisa buka-buka sosial media untuk lihat-lihat peluang yang ada. Salah satunya, melihat peluang rumah lelang. 


Kata orang, rumah lelang itu harganya lebih miring. Bisa ya, bisa tidak. 

Ya, kalau kita tahu harga pasaran  rumah di lingkungan tersebut.

Kok bisa begitu? Ya bisalah, karena harga rumah lelang tergantung dari sisa hutang KPR debitur. Ada yang bermasalah di cicilan awal KPR sehingga harganya Masih sangat tinggi. Ada yang bermasalah di akhir masa cicilan sehingga harganya miring. 


Masa pandemi kemarin membuat saya memiliki waktu yang lebih banyak untuk mempelajari tata cara mengikuti proses lelang. 

Saya pernah mengikuti 1 proses lelang untuk rumah dengan luas tanah 120m2 hanya seharga 125 juta an. Murah? Murah banget untuk harga pasaran rumah sejenis. 


Cuma, memang prosesnya agak ribet yang membuat saya maju mundur untuk ikut lelang. Apa aja sih?


1. Proses administrasi. Seperti sign up untuk mendapatkan username dan password. Ada beberapa dokumen yang harus diupload dan lebih baik dilakukan jauh hari sebelum berminat pada saat lelang aset pproperti. Saya agak lama mendapatkan approval, sampai akhirnya saya follow up manual via telepon untuk minta diapprove. 


2. Proses lelang. Lelang yang saya ikuti adalah lelang tertutup melalui sistem. Setelah kita melakukan deposit uang limit yang diminta, kita akan diikutsertakan dalam lelang aset properti yang kita inginkan. Masalah mulai datang, karena deposit dilakukan via Salah satu bank bumn yang mana limit transfernya lebih kecil dari 25 juta. Ini bikin pening banget, karena saya harus tarik uang dari bank saya (bank swasta) lalu setor tunai ke bank bumn tersebut dalam 1 Kali transaksi dengan jumlah yang bulat sesuai yang diminta. Tidak boleh kita mentransfer 25juta dengan 2x penyetoran//transfer. Otomatis dari sini saja, udah kebaca bahwa saya harus singgah ke 2 bank yang berbeda untuk urusan deposit uang limit. Gempor kalo ga pake kendaraan pribadi, misalnya bolak-balik pesen jasa transportasi online. Habis waktu, habis duit, habis kuota. 


3. Hasil lelang. Kebetulan, kemarin saya kalah lelang. Ya Alhamdulillah juga Sih hahahaha. Duit segitu-gitunya kalo jadi rumah, bakalan puasa sampe tuh rumah laku lagi. Hahaha. Niatnya Sih emang tukar guling. 

Jadi, kalau nanti menang lelang, kita harus bayar jumlah kekurangan dari nominal yang kita bid (dikasi waktu 5 hari sih), plus biaya lelang dan lain-lain. 

Ya mendingan sih langsung bawa duit cashnya lalu bayar. Nah bawa uang cash itu kan harus ambil dulu di banknya, lalu ke kantor lelang, lalu urus BPHTB, lalu urus ke BPN. Nah, banyak deh tempat tujuannya. Beneran gempor kalo ga pake kendaraan sendiri. 


Setelah saya punya pengalaman mengikuti proses lelang, walau kalah, seenggaknya saya mengetahui alurnya dan bisa memperkirakan apa saja yang harus dipersiapkan terutama mengenai transportasi. 


Saya marketing properti yang biasanya berkeliling kompleks menggunakan motor matic. Bisa bengek kalo keluar kompleks, ke kantor lelang, ke bank, ke kantor BPN dll pake motor yang mana saya ga punya pengalaman menyetir di jalan raya BENERAN dengan 1001 karakter mengemudi yang ga semuanya tahu etika perlalu-lintasan sesuai dengan kaidah prosedur. 


Ya selama ini, di dalem kompleks, yang saya hadapi ya para MACAN TERNAK (Makmak Cantik Anter Anak). Ya walau mereka kadang MACAN beneran. Sign Kiri eh belok kanan, pas diklakson eh galakan dia. Btw, saya tau penyebab sign Kiri belok kanan. Ternyata karena buibu jarang yang Tau kalo abis menggunakan sen, tombol signnya bisa dimatikan dengan cara dipencet, ga perlu dikembalikan ke posisi awal sign tersebut. Kapan-kapanlah ya, saya cerita tentang pengalaman mengemudi motor ala MACAN TERNAK atau ala MACAN LAPAR. 


Lanjut lagi ya. Setelah saya pikir-pikir, bisa nih, saya 'ngejalanin' rumah lelang ini. Nah untuk masalah transportasi Bisnis trip seperti ini bisalah nyewa mobil seharian untuk ngurusin ginian. Ya pasti udah dihitung rate rental mobilnya masuk kedalam margin. 


Tapi rental Mobil yang kaya gimana yang cocok untuk Bisnis trip ini? 

Kalo saya Sih, kriteria yang saya perlukan adalah :


1. Pengemudi yang berpengalaman, yang punya jam terbang tinggi mengemudi di medan yang keras. Ga banyak omong Dan tidak kepo malahan lebih baik, yang penting sopanlah. 


2. Kendaraan dalam keadaan baik dan tidak bermasalah. Ya males banget, kalo kita penyewa jadi disuruh mikirin juga saat ada trouble ban pecah, seperti : "bu, gimana ya? Ini ban belakang pecah karena sudah botak. Ayo bu, kita ke bengkel tapi Ibu bayarin dulu ya... ?!" 

What the #@$@$@/&@& ... ?! Kenapa masalah lo, jadi masalah gua juga??? 


3. Protokol kesehatan. Jaman pandemi gini, standard lah harus ada jaminan pengemudi sudah divaksin, kendaraan didisinfeksi sebelum digunakan, tersedia hand sanitizer dan proteksi diri seperti masker yang dikenakan pengemudi. 


4. Bisa diandalkan saat ada keadaan darurat. Seperti ada barang yang tertinggal, atau saat kendaraan bermasalah dan segera dikirimkan penggantinya. 


Ada ga sih rental seperti ini?

Hmmmm... Sejauh ini sih saya baru kenal rental Mobil perseorangan. Ya tang ting tung mengenai karakter pengemudi Dan kendaraannya. Kalau lagi beruntung, ya dapet yang cocok, kalo engga ya mau gimana lagi??!


Sampai akhirnya, saya membaca pengalaman beberapa teman mengenai rental Mobil Dari TRAC. 


TRAC

TRAC (https://www.trac.astra.co.id/) merupakan anak perusahaan PT Serasi Autoraya dan bagian dari keluarga Astra, yang memberikan layanan solusi transportasi secara menyeluruh. 

Sejak berdiri tahun 1986, TRAC berusaha mengembangkan produk dan layanan. 


TRAC, ada berbagai macam layanan yang bisa kita pilih saat melakukan bisnis trip ke luar kota, seperti Airport Transfer, untuk antar jemput dari dan ke Bandara agar selalu tepat waktu. 


Bisa juga Kemudian menggunakan layanan sewa mobil dengan driver, yang akan berguna bagi konsumen seperti saya yang belum mengetahui medan tempat saya akan melalangbuana.


Mau rental untuk rombongan? Bisa, kakak!!!Kita juga bisa menyewa bus dari TRAC dengan berbagai varian. Asyik kan? Family gathering, Arisan, outing kompleks, atau outing komunitas semakin mudah dengan adalah layanan TRAC ini. 


Nih saya kasitau alasan menggunakan TRAC TO GO:

1. Akses mudah & Jaringan Luas

Reservasi mudah dan aman cukup melalui aplikasi dan website untuk kebutuhan transportasi di berbagai kota. Dan didukung oleh jaringan layanan yang tersebar di lebih dari 18 kota di Indonesia, siap melayani kebutuhan transportasi domestik.

2. Jaminan Proteksi & Layanan Prima

Demi ketenangan dan rasa aman selama perjalanan, kami melindungi Anda dengan proteksi asuransi dan jaminan kondisi armada prima dan telah mengimplementasikan. 


3. Protokol kesehatan. Pengemudi kami pun terlatih secara profesional dan memiliki izin resmi sesuai jenis kendaraan yang dikemudikan.


4. Andal dengan Teknologi Teruji

Sistem kami telah terhubung dengan TRAC Fleet Management Solution sehingga kami mampu memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan Anda secara akurat setiap saat. Teknologi ini juga membantu kami dalam merespon kondisi darurat dengan cepat.


5. Layanan pelanggan 24/7

Kami siap membantu Anda setiap hari selama 24 jam. Hubungi Customer Assistance Center kami melalui telepon di nomor 1500-009 atau melalui aplikasi WhatsApp di nomor (+62)811-1177-087 untuk pusat bantuan dan informasi. Anda juga dapat memberikan feedback kepada kamu melalui email di rco.nasional@trac.astra.co.id.


Jaman pandemi gini, standard protokol kesehatan harus tetap dijunjung tinggi dong. 

TRAC senantiasa focus dalam penerapan protokol kesehatan dengan menjalankan SMART Protocol, yang meliputi beberapa hal berikut ini:

1. Melakukan penyemprotan disinfektan ke semua unit yang akan melayani dan setelah melayani pelanggan.

2. Menyediakan hand sanitizer di semua unit yang bertugas melayani penumpang.

3. Menerapkan social distancing di seluruh unit yang mengangkut penumpang.

4. Memberikan sekat pembatas (berbahan fiber) antara driver dengan penumpang.

5. Setiap driver yang bertugas akan melalui proses pengecekan kesehatan.

6. Setiap driver yang bertugas diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan.

7. Driver tidak diperkenankan melakukan kontak fisik apapun kepada penumpang


Trus trus kalo mau rental, book nya via apa? 

Tenang Kak, ada kok aplikasinya : "TRAC To Go" Sok atuh diunduh : 

Link GooglePlay Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.trac.tractogo&hl=en&gl=US 

Link Apple App Store : https://apps.apple.com/us/app/trac-to-go/id1459840738 


Eh ada Promo Oktober TRAC, yaitu Promo pembayaran dengan AstraPay

Program berjalan dari tanggal 4 Oktober – 3 November 2021

Kunjungi https://www.trac.astra.co.id/promo untuk info lebih lanjut dan dapatkan promo menarik lainnya selama periode oktober 2021


Intinya mah TRAC itu mengurangi variable pikiran kita mengenai kerumitan bisnis trip untuk masalah transportasi. Tinggal duduk manis, sampe deh. Pokoknya mahnkita fokus Sama apa yang akan kita lakukan di tempat-tempat tujuan, jalanan seberat apapun biar mas Dylan driver yang ambilalih. Hihihihi. 


Gimana, gimana? TRAC To Go cocok banget kan untuk Bisnis trip? 

Masih belum yakin, coba ulang lagi, baca dari atas, nanti kalo ada yang ga jelas, boleh Tanya di komentar ya.


Gambar Dari : https://www.trac.astra.co.id/

Sunday, July 25, 2021

Andini Ikut Petualangan Ke Planet Mochi

 


Aloha!


Apakabar semuanya? Semoga sehat selalu. Yg dalam keadaan sakit ataupun dalam masa isoman, semoga segera pulih kembali.


Ga terasa sudah akhir bulan Juli, bulan yang dinanti-nanti anak-anak untuk kembali sekolah. Sekolah yang dimaksud adalah sekolah tatap muka, bukan sekolah daring.

Ternyata harapan tinggal harapan, muncullah PPKM. 


Ekspektasi anak untuk sekolah adalah ke sekolah secara normal bertemu dengan Ibu Guru dan teman-teman. 


Karena ada PPKM, Andini yang tahun ini akan berusia genap 5 tahun dan rencananya masuk TK A, pupus harapan untuk sekolah tatap muka, padahal setiap hari pertanyaannya adalah, "ma, kapan Andini pergi ke sekolah?" 

Sabar ya nak, kita doakan pandemi segera berlalu. 


Tahun ini, tahun kedua melakukan sekolah daring. Tahun lalu saya yakin semua pihak yaitu anak, orangtua, guru bahkan sekolah meraba-raba peralihan pendidikan ke pendidikan daring. Tahun ini saya harapkan pendidikan bisa berlangsung lebih mudah meski saya sudah kehabisan akal untuk menyibukkan anak di dalam rumah. 


Tetiba lewat di linimasa Instagram saya tentang Event PaddlePop MainYuk yang diadakan tanggal 3, 10 Dan 17 Juli. Event ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom. Saya mendaftar untuk event tanggal 17 Juli 2021 melalui akun Instagram @paddlepop.idn, klik link yang ada di bio kemudian terhubung ke akun paddlepop di WhatsApp. Ikuti langkah-langkahnya untuk mendapatkan kode akses zoom pada tanggal 17 Juli 2021. 

Sebenarnya pendaftaran ini juga untuk mendapatkan perlengkapan bermain untuk kegiatan tanggal tersebut. Namun sayang, saya kehabisan kotak bermainnya. 




Dari pendaftaran melalui akun WhatsApp tersebut juga dilampirkan file pdf berupa keterangan alat dan bahan permainan yang bisa kita sediakan sendiri. 

Jadi, jangan berkecil hati kalau tidak mendapatkan kotak permainannya, tetap bisa ikut bermain bersama selama zoom berlangsung kok. Kalau ga bisa masuk zoom kita masih bisa menyimaknya di akun YouTube PaddlePop.


Sebenarnya saya agak deg-deg an menjelang zoom, karena Andini antusiasnya kegiatan tatap muka, baru pertama kali mengikuti kegiatan daring seperti ini. Kuatir bosan lalu kabur dan tidak mau mengikuti keseluruhan acara, ya namanya anak-anak kan sering  moody.  


Pada tanggal 17 Juli 2021, Andini sudah rapih jali dan sangat antusias di depan laptop sejak jam 9.45 berkali-kali bertanya, "ma, kapan mulainya? Kok ga mulai-mulai?"


Sekitar jam 10, acara LIBURAN KE PLANET MOCHI : KESERUAN LIBURAN KE PLANET JUPITER BARENG MELKI BAJAJ & BUUMI PLAYSCAPE sudah dimulai.


Acara dibuka dengan perkenalan dari Buumi Playscape dan keluarga kak Melki Bajaj, supaya tidak terlalu monoton ada juga joget PaddlePop main yuk. 


Saking senengnya, Andini semangat banget jogetnya dengan gaya improvisasi. Kemudian dilanjut dengan beberapa fakta tentang planet Jupiter. 



Acara Craft yang ditunggu-tunggu adalah Misi Membuat Moon Dough Pottery. Kegiatan ini merupakan kegiatan kerajinan bersama dan senangnya bahan-bahannya cukup mudah didapatkan. Cara pembuatannya pun seru, saking serunya sepanjang acara, Andini tetap aja berkutat mengerjakan adonan ini. Ada sedikit improvisasi untuk kegiatan ini, kita memakai cetakan playdough bentuk bawang, daging, jagung. Andini pun makin antusias karena ia mau membuat beberapa bentuk bawang, beberapa bentuk daging, beberapa bentuk jagung, selain membuat bentuk bulan sabit seperti yang dicontohkan. 



Ternyata memang misi pembuatan Moon Dough Pottery ini bertujuan melatih motorik halus, melatih kemampuan berhitung dan meningkatkan kreativitas anak. 

Betah banget Andini beraktivitas ini meremas-remas dan mencetak adonan, cukup lama fokusnya sekitar 10 menit kemudian berpindah fokus ke laptop untuk menyimak. 


Untuk anak usia dini, lamanya fokus anak terhadap sesuatu cukup menjadi perhatian. Semakin lama fokus anak, semakin siap si anak beraktivitas. Andini sudah sejak tahun lalu mulai fokus mengerjakan satu kegiatan, sementara abangnya pada umur yang sama masih sangat singkat fokusnya. Ya mungkin perbedaan durasi fokus anak juga tergantung dari jenis kelamin anak. Anak perempuan lebih cepat fokus dengan durasi lebih panjang dibanding anak laki-laki. Itu sih pengamatan saya ya, walaupun ternyata menurut teman-teman saya pun hampir berpendapat sama. 


Balik lagi ke Petualangan Ke Planet Mochi, ternyata juga ada misi yang menggunakan Ice Cream PaddlePop Mochi Chocolate Vanila. Saya dan Andini baru sempat mencoba Ice cream ini setelah acara selesai. 


Ice cream PaddlePop Mochi Chocolate Vanilla ini bisa didapatkan di minimarket terdekat. Kabarnya sih kebanyakan ada di minimarket Merah, tapi saya membelinya di minimarket biru dengan harga sekitar Rp. 3000. Memang sih PaddlePop Mochi Chocolate Vanilla ini laku keras banget apalagi sejak ada event PaddlePop MainYuk. Jadi kalau ternyata PaddlePop Mochi Chocolate Vanila ini ada di freezer walls berarti kita termasuk yang beruntung bisa mendapatkannya. 


Kesan dari PaddlePop Mochi Chocolate ini, ternyata terdiri dari 3 lapisan. Lapisan kulit mochi, ice cream vanilla, dan terdalam adalah ice cream coklat.  

Tadinya saya kira lapisan luar bakalan sama aja, yaitu ice cream atau mungkin coating coklat, tapi ternyata beneran kata mochi, kenyal dan ga keras, nikmatnya. Lapisan selanjutnya barulah ice cream vanilla dan coklat. 

Sumber : Instagram paddlepop.idn


Anyway, terimakasih PaddlePop telah menyelenggarakan event ini. Sampai akhir acara, Andini tetap semangat joged di lagu penutup. Andini sangat antusias dan sangat menikmatinya, bahkan berkata seperti ini, 

"Ma, besok kita zoom kaya gini lagi ya?"


Paddlepop MainYuk thanks for having us playing together. 



Thursday, July 1, 2021

Berhutang Bijak Dengan Tunaiku Di Masa Pandemi

 


Aloha!


Apakabar semuanya?

Semoga dalam keadaan sehat selalu. Selalu taat Prokes ya. Ya 3M ya 5M, banyak ya M nya. Hahahaha.


Memang berat ya masa pandemi ini, tahun lalu banyak yang di PHK, tahun ini Covid19 terus melonjak. 


Di kluster rumah saya aja sudah ada sekitar 8 rumah yang terkonfirmasi positif Covid19. Itu yang melapor. Bayangkan kalo sebenernya banyak yang engga melapor karena takut dengan konsekuensinya. 


Konsekuensi? Iya. Konsekuensi.

Saya yakin semua panik dengan Covid19. Yang ada di pikiran kita kalau merasakan gejala Covid19 adalah test swab antigen/PCR, Obat-obatan & vitamin, masker, hand sanitizer, desinfektan, belum lagi logistik kebutuhan harian yang tetap harus dipenuhi meski ga bisa kemana-mana. Lalu terbayang sulitnya keadaan isoman, dimana kita yang biasa mobile jadi diem di tempat, sementara banyak hal yg harus diurus. Aaaa mikirinnya aja bikin drop duluan.


Printilan-printilan selama Pandemi ini mau ga mau harus dipikirkan dan dianggarkan dalam dana darurat. Itu kata Konsultan Finansial, untuk orang-orang yang melek dana darurat. Trus kalo yang ga melek karena penghasilannya segitu-gitu aja cuma cukup untuk makan sehari-hari gimana?


Saat kita merasakan gejala Covid19, tarik nafas yang panjang. Relax dan tenang dulu.


1. Siapkan mental jika ternyata memang terpapar Covid19. Kuncinya, ikhlas. 

2. Diskusikan dengan pasangan/orang-orang yang tinggal di satu atap mengenai mitigasinya. 

3. Laporkan ke pihak lingkungan, RT/tetangga setempat. Bukan untuk minta dikasihani, namun untuk minta dibantu support terkait pemeriksaan dan pengobatan selama terpapar. 

Jangan diem-diem aja, karena menurut saya, kalo saya sebagai tetangganya, saya berhak tahu dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga agar tidak terpapar, namun juga bisa sebagai pemantau kondisi pasien. 

4. Pikirkan hal-hal yang positif untuk melewati mengenai waktu yang akan dihabiskan selama masa pengobatan ini. Ga lama kok, cuma 14hari. Sabar, ikhlas, banyak berdoa agar gejala tidak terlalu parah. 

Seperti misalnya selama sehat ga sempet bikin DIY busy book buat anak, ya bikinlah. Mumpung ada waktunya. 

5. Tetap berkomunikasi intens dengan para stalker pemantau inti. Seperti keluarga inti, pihak puskesmas, tetangga dan sahabat. 


Setelah hal-hal di atas, berhasil diatasi, baru kita pikirkan mengenai pengaturan uang. Jika ada dana darurat kayanya mah bisa langsung dialokasikan untuk vitamin, obat test swab dll. 

Nah kalau yang ga punya dana darurat?

Karena ini menyangkut kesehatan, saya menganggap hal ini adalah hal urgent yang harus dipenuhi saat ada/ketiadaan biaya. 

Dengan berat hati, saya mengatakan harus berhutang.


Berhutang? Oh tidaaakkkk. 

Berhutang bukan akhir dunia asal dilakukan dengan bijak dan cermat, apalagi menyangkut kesehatan orang. 


PINJAM UANG KEMANA?

1. Bisa ke saudara/keluarga/teman. 

Plusnya : tanpa bunga, asas kepercayaan.

Minusnya : ada yang minta jaminan, rusaknya silaturahmi jika ada wanprestasi, ada biaya tambahan 'ga enakan' berupa sejumlah uang atau barang, jadi omongan dari mulut ke mulut.


2. Ke Kantor/tempat bekerja.

Plusnya : cicilan potong gaji, karyawan tetap lebih dipercaya.

Minusnya : penahanan dokumen penting, larangan keluar dari pekerjaan sebelum hutang selesai.


3. Gadai barang. 

Plusnya : gadai sekaligus titip barang berharga seperti logam mulia, pencairan saat itu juga.

Minusnya : harus datang ke tempat gadai membawa barang yang mau digadai, tidak dihargai 100% dari barang tersebut, ada biaya titip selama belum bisa bayar.


4. Lembaga keuangan (leasing/BPR)

Plusnya : limit pinjaman besar sesuai dengan agunan

Minusnya : ada agunan dokumen berharga, datang ke tempat tersebut, bunga tinggi, proses agak lama. 


5. Aplikasi peminjaman. 

Plus : praktis, kredit online , tanpa agunan, proses cepat.

Minus : bunga tinggi, kemungkinan besar aplikasi meminta akses ke data pribadi.


APLIKASI KREDIT ONLINE TUNAIKU


Berdasarkan keadaan seandainya kita sedang isolasi mandiri (isoman), hal yang paling memungkinkan memperoleh pinjaman adalah melalui Aplikasi Kredit Online TUNAIKU. 


Tunaiku merupakan salah satu pinjaman online pertama di Indonesia sejak tahun 2014. 


Tunaiku merupakan produk dari Amar Bank, bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. Makin jelas dong keamanan, kepercayaan dan kemudahannya karena berada di bawah naungan bank Amar. 


Visi Tunaiku adalah untuk memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin, tapi juga butuh dana tunai tanpa jaminan langsung cair. 


KENAPA HARUS TUNAIKU?

Tunaiku sudah terdaftar di OJK, tenor pinjaman hingga 20 bulan dan limit pinjaman  sampai 20 bulan tanpa ada biaya tersembunyi, dan tanpa harus punya kartu kredit. 



Bisa dilihat simulasinya kok. 



Prosesnya cepat ga pake ribet. 


SYARAT PEMINJAMAN TUNAIKU 

Mudah dan praktis banget. 


1. Usia 21-55 tahun. Standar banget kan? Hanya untuk usia produktif yang komit bisa bayar hutang.

2. WNI, sementara ini baru khusus untuk warga Indonesia Raya ya. 

3. Punya rekening bank untuk pencairan. 

4. Memiliki penghasilan untuk membayar pinjaman. Ya intinya mah punya duit untuk bayar hutang. Namanya hutang ya harus dibayar sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati. 

5. Alamat KTP atau domisili masih dalam area layanan yaitu Jabodetabek, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Medan, Makassar, Denpasar, Pekanbaru, Palembang.


Gampang kan? 

Eitts inget, hal-hal sepraktis ini pun harus dilakukan dalam keadaan sadar, cermat perhitungan dan mengerti akan konsekuensi.

Ga perlu diingetin lagi kan :


kalo minjem ya balikin. 

Kalo ngutang ya bayar.


Kira-kira begitulah cara cermat berhutang saat isoman pada masa Pandemi ini. 


Lalu yang masih sehat bisa bantu apa?

Banyak beb...

1. Koordinasikan dengan pasien/pemantau mengenai apa yang dibutuhkan. 

2. Karena ada hilang Indra penciuman dan perasa, ada kalanya makanan Mateng/buah bisa menjadi solusi bantuan, atau sebaliknya. Makanan yang tahan lama seperti abon, mie instan, vitamin, obat, bisa diajukan.

3. Saldo Gopay/OVO untuk mereka belanja online mandiri. 

4. Mentahnya aja, alias duit. Karena kemungkinan mereka juga perlu duit untuk bayar pinjaman :).


Stay safe semua.

Salam sehat dari Jonggol.