Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Friday, April 20, 2018

Greek Yogurt Heavenly Blush Solusi Kesehatan Usus Mencegah Diare


Aloha!

Apakabar?
Semoga sehat selalu ya.

Jaman sekarang, virus dan bakteri penyebab penyakit nampaknya makin adaptif dan berregenerasi menjadi versi yang lebih ganas dan lebih tahan terhadap obat penangkalnya.

Kedua anak saya, keduanya pernah dirawat di Rumah Sakit karena diare. Padahal kalau dipikir-pikir keduanya mengkonsumsi makanan yang diolah dan dimasak di dapur sendiri yang seharusnya higienitasnya lebih terjamin daripada makanan yang dibeli dan diolah di dapur orang lain.

Arman saat berumur 18 bulan dirawat di RS karena diare biasa. Sedangkan Andini terserang disentri amuba (diare yang lebih ganas) dan mengharuskan dirawat 2 kali dalam bulan yang sama saat berumur 11 bulan. Obat penangkal disentri amubanya pun sampai habis 3 botol untuk pengobatan rawat inap dan rawat jalan kali kedua, tentunya dibawah pengawasan dokter.

Karena peristiwa tersebut, maka sejak Andini dirawat karena disentri amuba, saya lebih + waspada dengan tetap selalu menjaga higienitas dan selalu menyediakan salah satu atau beberapa komponen dari BRAT(T) Y ( Banana, Rice, Apple Sauce,  Toast, Tea, Yogurt ). Tujuan dari BRAT (T) Y ini sih bukan menghentikan diare, tapi lebih ke memadatkan feces.



MENGAPA YOGURT?
Kultur aktif yoghurt membantu meringankan kondisi pencernaan tertentu seperti intoleransi laktosa, konstipasi, diare, kanker usus besar dan penyakit usus.

APA SIH GREEK YOGURT ITU?
Greek yogurt ini lagi happening banget. Teksturnya ebih kental dan padat dari yogurt pada umumnya – karena efek disaring agar cairannya terpisah sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kental. Umumnya berwana putih, bisa disantap begitu saja atau sebagai salah satu bahan masakan dan makanan. Yogurt ini juga bisa menjadi alternatif mentega yang lebih sehat.

Menurut US News, Greek yogurt unggul karena kandungan proteinnya yang lebih tinggi – hal ini bisa berfungsi untuk menahan rasa lapar lebih lama. Teksturnya yang padat, licin namun lembut, memudahkannya bersatu dengan salad ataupun dioles di atas roti.  Kandungan karbohidrat dalam Greek yogurt lebih rendah dibandingkan dengan yogurt kebanyakan, karenanya, relatif aman apabila dinikmati bersama sumber karbohidrat baik seperti oatmeal dan roti wholemeal.



TESTIMONIAL GREEK YOGURT CLASSIC HEAVENLY BLUSH 
Saya penggemar produk susu dan turunannya. Dengan atau tanpa diare, saya kadang mengkonsumsi yogurt dari beberapa merk dan membandingkannya.
Beberapa hari lalu, saya mencoba Greek Yogurt Heavenly Blush.

Wowww... Greek Yogurt Heavenly Blush memiliki rasa manis seperti susu dari merk favorit dan seperti manis ice cream commercial.
Sedangkan rasa asamnya yang pas, tidak terlalu asam yang berkepanjangan dan teksturnya tidak encer seperti yogurt lainnya. So thick and creamy.

Saya mencoba Greek Yogurt Heavenly Blush kemasan 200 ml. Kemasannya 'so thick' mewakili isinya dilengkapi dengan sedotan pendek yang bisa diperpanjang hingga menjangkau dasar kotak.

Karena kekentalannya, saya penasaran untuk menggunakan sendok ketika greek yogurt ini hampir habis. Saya gunting bagian atas kemasan dan menggunakan sendok untuk kembali menikmatinya hingga yogurt tetes terakhir. Yogurt ini bener-bener enak dan hanya seharga 15 ribuan saja. Andini - anak kedua saya - pun sangat menyukainya dan memilih untuk menikmati sendiri tanpa berbagi dengan yang lain. Hahaha. Lalu emaknya kzl karena ga puas

Alhamdulillah, begitu ada tanda-tanda mau diare, langsung stok greek yogurt dan mengkonsumsinya sebagai makanan pelengkap sehingga diare tidak berkepanjangan dan berangsur pulih.

Suka greek yogurt classic Heavenly Blush atau pengalaman unik dengan Greek Yogurt heavenly Blush juga? Yuk ah ikutan kompetisi #HeavenlyBlushGreekSecret juga, siapa tahu kamu pemenang hadiah utama Trip Ke Yunani. Iyeyyyy!!!

Referensi :
Heavenly Blush
Mommiesdaily
Grup Sehat
Detik health




Sunday, April 15, 2018

Pisang Nugget Oat Skippy ® Peanut Butter



Aloha!

Apakabar?
Akhirnya update blog lagi.
Maafkan ya, baru pindahan rumah jadi ya masih mencari ritme yang cocok untuk ngurus rumah, ngurus bocah dan ngurusin blog tentunya.

Di rumah yang baru ini, enak. Eaaaa. Ya iyalah namanya juga rumah sendiri.
Di komplek ini, berasa terpencil. Begitu menetap disini, kemana-mana kok jauh ya. Ke Bekasi, jauh. Ke Jakarta, apalagi. Jadi ya berleha-leha aja di rumah.

Trus kalo mau bebelian? Gampang banget, tinggal join fb groupnya search aja mau beli apa, mau makan apa, mau jajan apa. Tinggal hubungi via komen atau wa, pesenan dianter dan bayar di rumah. Kadang ada ongkir berkisar seribu sampai tiga ribu rupiah. Ya daripada panas-panasan bawa bocah ke luar rumah. Rempongnya aja udah lebih dari tiga ribu rupiah. Hahahaha.

Kaya kemaren, menjelang makan siang, saya mulai mengunjungi grup facebook komplek dan scroll mencari jajanan Pisang Nugget yang lagi happening. Ketemu sih, tapi kok postingannya udah lama banget. Biasanya kalo penjual aktif, tiap beberapa hari sekali pasti posting dagangannya.
Ah sudahlah, besok aja ke tukang sayur, siapa tau ada pisang yang bisa dikaryakan.

Dan pucuk dicinta, ulam dirangga tiba. Tukang sayur jual pisang uli cakep-cakep banget. Cuma 8000 sesisir. Iyeyyy. Eksekusi ah.
Ya begitulah ibu rumah tangga, dibilang sibuk ya sibuk tapi kadang adalah bikin agar, bikin pisgor, bikin pempek.

Bahan-bahannya gampang kok.
Pisang boleh pisang apa aja. Pisang ambon, pisang uli, pisang raja. Saya pakai pisang uli 1 sisir yang matang menjelang mau kelewat mateng. Kalau belum terlalu mateng, bisa ditambahkan gula 3-4 sendok atau sesuai selera.

Oat. Bisa diganti pakai tepung terigu jenis apa saja, terigu curah atau terigu protein tinggi atau jenis lain. Saya pakai oat quaker biru sebanyak 6 sendok makan munjung.

Keju. Boleh dipakai boleh juga tidak. Sesuaikan saja dengan bulan. Tanggung bulan atau awal bulan. Hihihi. Saya pakai keju slice 2 lembar, dihancurkan asal.

Telur 1 butir. Saya pakai telur ayam langsung dari kulkas.

Tepung terigu secukupnya dan diberikan sedikit air, aduk sampai tidak menggumpal untuk bahan pelapis.

Tepung roti atau tepung panir untuk pelapis.

Minyak goreng untuk menggoreng.

Skippy ® Peanut Butter untuk topping. Saya pakai Skippy Chocolate Stripe.

Cara buatnya pun mudah. Campur-campur, kasi pelapis, goreng. Sajikan. Tinggal lep.



Ini kali kedua saya membuat pisang nugget, dan kali saya cukup puas dengan hasilnya.




Pisang nugget kali pertama saya menggunakan pisang ambon mateng banget, menjelang kulit pisang menghitam. Ya daripada dibuang mending diolah kan kan kan?

Pisang yang terlalu mateng membuat tekstur adonan menjadi sangat lembek dan dibutuhkan lebih banyak terigu.
Saran saya sih untuk situasi seperti ini, jangan gunakan telur lagi sebagai pelembut karena adonan sudah sangat lembek bahkan sampai setelah dikukus dan didinginkan di freezer. Dan juga cenderung hancur ketika digoreng.

Untuk pemberian topping seperti SKIPPY ® Peanut Butter disarankan pada kondisi dingin setelah mengalami tahap penggorengan untuk menghindari selai lumer dan bikin belepotan. Setelah diberi topping, segera masukkan kembali ke kulkas agar topping menempel dengan baik.

Pisang Nugget Oat ini saya hidangkan sebagai cemilan teman minum teh/kopi kapan saja. Kadang belom sarapan, nyomot 1 slice. Kadang abis dinner masih laper, nyomot lagi. Kadang lagi bingung, nyomot lagi.
Ya daripada beli, mendingan bikin kan?
Lebih hemat, lebih sehat, lebih puas.

Yukkk bikin!!!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.
Sunday, February 25, 2018

MPASI Andini Di Usia 6 Bulan


Aloha!
Apakabar?
Semoga sehat selalu.

Masih ngomongin bayik. Ya namanya juga ibu2, yang diomongin ga jauh2 topiknya kalo ga anak, harga telor, harga daging, harga cabe, listrik.

Saya mau cerita sedikit tentang MP-ASI Andin, baby Tayo. Hmm seharusnya di blog sebelah ya, tapi sayanya males ke sebelah, lantaran udah kelamaan dianggurin, banyak laba2nya. Hihi. Jadi cerita2 aja disini.

Saya, seorang ibu newbie, penggemar update masalah anak2, dari urusan ASI, MP-ASI, babywearing, endebre endebre. Ceritanya mah mau jadi ibu kekinian, ibu milenial. Ya gapapa toh? Iyain aja. Hahahha.

Jamannya Arman dulu, MPASInya pake aturan 4hari menu tunggal untuk melihat adanya reaksi alergi.
Jaman Andin, udah beda lagi ternyata, aturan 4 bintang. Ya bisa sih, sok pura2 ga tau tetep ikutan aturan 4hari atau aturan sendiri atau ibu2 jaman vintage atau ikut aturan manalah, tapi kan ga kekinian gitu. Masa, tiap hari main pesbuk, main IG, knowledge ga diupdate. Malu sama hempon android lolipop. Hahahaha.
Abaikan, itu mah perasaan saya aja.

Untuk MP-ASI Andin, peralatan masih konvensional. Ga pake slow cooker dan sejenisnya, pake wajan, pake kompor. Ya balik lagi ke kemampuan masing2 dapur toh.

Oiya, saya kekeuh kasi makan Andin di tanggal lahirnya yang ke 6 bulan. Lahir tanggal 28 ya makannya di tanggal 28 juga.
Oiya, alasan bayik dikasi makan usia 6bulan? Ya karena pada usia tersebut ada kesenjangan energi yang tidak bisa dicover lagi hanya dengan pemberian ASI/susu.

Lalu, gimana sih perjalanan pemberian makanan bayi 6 bulan ini?

Referensi saya dapatkan dari grup FB Healthy Homemade Baby Food (HHBF) yang menurut saya cukup update, dimana komponen makanan bayi 6 bulan harus terdiri dari 4 bintang, yaitu : 

1. Sumber karbohidrat.
Walaupun pada usia 6 bulan anak belum terlalu banyak membutuhkan energi tetapi tetap saja harus dipenuhi kebutuhan karbohidrat sebagai sumber energi. Banyak sekali bahan yang bisa digunakan sebagai sumber energi, dari mulai beras putih, beras merah, kentang, singkong, tepung sagu, tepung tapioca dan masih banyak lagi lainnya. Anda bisa membuatkan si kecil dalam bentuk bubur yang lebih mudah untuk dicerna.

2. Sayuran.
Sudah bukan hal asing lagi kalau sayuran menyimpan banyak nutrisi, gizi dan vitamin yang baik untuk manusia. Nah, bahan inilah yang seharusnya digunakan untuk memberikan kebutuhan nutrisi si kecil setiap harinya. Mulai dari wortel, brokoli, bayam, kol, oyong, labu kuning, tomat dan masih banyak lagi lainnya.

3. Protein Hewani (Prohe)
Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi pada tubuh sepertinya tambahan daging sapi, ayam, ikan. Tetapi pastikan anak mulai makan dari bahan yang halus terlebih dahulu. Daging dan ayam bisa menjadi referensi untuk kreasi makanan sehat selanjutnya.

4. Protein nabati (Prona)
Tempe, tahu dan bahan sumber protein nabati lainnya juga cocok untuk anak dalam usia 6 bulan menuju 7 bulan. Selain dipercaya mengandung banyak protein dan juga vitamin ternyata tempe juga berfungsi untuk mencegah diare karena mengandung senyawa anti diare, jadi lebih aman untuk buah hati.

Frekuensi pemberian makan bertahap dari 2x sehari sampai 3x sehari.
Untuk penentuan menupun, dari awal saya bikin plan selama 2 minggu pertama untuk variasi rasa, observasi respon anak, maupun tingkat alergi. Fungsinya plan tersebut saya jadi tau bahan2 apa saja yang dia suka maupun engga dan juga observasi serat.

Biasanya sih usia2 awal MPASI, problemnya adalah diare atau sembelit. Diare karena alat makan yang kurang steril atau tekstur terlalu 'buket' atau sembelit karena konsumsi serat tinggi berturut2. Anak bayi itu terbalik dengan orang dewasa. Orang dewasa butuh banyak serat untuk melancarkan pencernaan, sementara bayi belum butuh banyak serat.
Orang dewasa kalo diare, harus dimampetin. Sementara bayi, harus dibiarkan terus BAB (sambil terus diberi asupan cairan untuk mengganti cairan yang keluar) karena diare adalah proses pembuangan virus/bakteri.

Makanan bayi instan? Boleh2 aja, tergantung orangtua nya. Hahahaha. Hanya saja, baby Tayo ga begitu suka makanan bayi instan, dia lebih suka MP-ASI karya mamanya, padahal mamanya ga bisa masak loh. Hahahaha.

Ya begitulah kalo jadi ibu, se-ga bisa-ga bisa nya, tetep aja ada fans nya.
Ada yang punya cerita MP-ASI lain?