Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Tuesday, July 24, 2018

Staycation Hemat? Pakai Airy Rooms Aja Biar Ga Kecewa


Aloha!
Apakabar?
Semoga sehat selalu jiwa dan raga.

Gimana lebaran dan liburannya?
Cukup untuk kembali fresh untuk beraktivitas rutin?

Kalau saya, lumayan padat merayap acara sejak dari kelar lebaran. Lebaran usai, daftar list sanak saudara yang harus dikunjungi kok banyak banget ya.
Saya H-4 sudah mudik dong. Bangga mudik ke Bekasi dari Jonggol. HAHAHAHA.
Baru balik lagi ke rumah seminggu kemudian.

Itupun balik ke rumah, si eyang dan tante ikut serta nginep di rumah. Blom puas kayanya, untel-untelan sama cucunya.
Passss banget ada si eyang yang jago masak, adiknya eyang datang berkunjung ke rumah sekalian makan siang bersama, meninjau rumah kami yang baru ditempati sejak awal Maret lalu.

Ya kalo mau berkunjung, silahkan. Tapi memang saya dan suami belum resmi open house. Lantaran renopnya belum selesai, dan nampak 1 bidang tembok ruang tengah yang masih plesteran. Nawaitunya sih mau open house kalo renopnya sudah selesai, nyatanya kitanya harus membangun bukit uang dulu untuk lanjut renop. *curhat.
Hahaha.

Lalu wiken berikutnya, sepupu mau berkunjung juga, katanya. Otomatis tuan rumah mengosongkan jadwal untuk kunjungan sepupu. Eh pas jam 12 siang sepupu ngabarin ga bisa dateng.
Kuingin berkata kasar, "KASAR"
hahaha.

Minggu depannya, yaitu tanggal 14 kemarin juga sebenernya bentrok dengan acara kakak ipar di rumahnya. Hanya saja, acaranya malem dan agak riweuh sama bocah kalo acaranya malem. Secara, itu jam tidur mereka.
Tapi, di rumah eyang kok rasanya sumpek, tapi pengen keluar, tapi kemana?

Lalu kepikiran staycation ajalah. Bobo syantik di hotel yang on budget (terjangkau) tapi tetap dalam standard nyaman.

Sejak saya tahu ada Airy, kalo keingetan mau staycation atau nginep-nginep dimana gitu, pasti langsung cek aplikasinya Airy.
Penginapannya sesuai budget tapi tetap nyaman dan eksis (emak jaman now butuh wifi untuk eksis XD).

Tips staycation ala saya, emak rempong anak 2 dan ga punya kendaraan pribadi pula. 

1. Lokasi ga perlu terlalu jauh. 

Kalo saya sih ga perlu sampe jauh-jauh ke Lombok. Saya butuh penginapan hotel yang on budget, kalau tempatnya jauh, otomatis ongkosnya juga besar. Jangan sampe ongkosnya lebih besar daripada biaya menginap semalam.
Posisi kemarin di Bekasi (lagi mudik), saya pilih lokasi staycation di Bekasi juga. Hahahaha.
Cemen? Ya kagalah, semua kan ada perhitungannya. Makin jauh, makin puyeng mikirin tempat momongnya. Udah bete dan cape duluan sebelum liburan singkat dimulai.

2. Pilih hotel yang berfasilitas rekreasi.

Kalo saya, setelah pilih lokasi, masukin tanggal dan berapa lama menginap, pasti langsung saya filter yang ada kolam renangnya. Iyes, minimal bocah bisa happy ada kolam renang. Meski bawaan jadi lebih banyak lantaran bawa baju renang, ban renang dan pompanya.

3. Sebisa mungkin cari yang sudah termasuk sarapan.

Jarang sih emang. Kebanyakan hanya jual sewa kamar. Tapi ada juga kok yang jual kamar+breakfast. Sarapan itu remeh tapi something gitu. Bayangin aja pagi-pagi perut keroncongan harus keluar kamar demi nyari makanan. Ga semua orang adalah MORNING PERSON yang langsung ON dan langsung ngumpul nyawanya dan siap cari sarapan. Apalagi punya anak kecil. Pagi-pagi udah panjang aja list things to do nya. Selesai urusan krucil eh penjual sarapan udah siap-siap mau tutup. Dagangannya habis. Lalu perut keroncongan sampai waktu check out tiba dan akhirnya sarapan dibarengin makan siang, jadi Brunch.

4. Ga dapet sarapan? Bawa bekal aja.

I did it. Sebelum check-in saya udah masak nasi banyak, untuk kira-kira makan siang di hotel dan makan malem kalo malemnya tetiba mager melanda. Selain nasi, saya goreng frozen food seperti nugget, katsu, fried fries dan semacamnya. Utamanya sih buat bocah, kalo dewasa kan makannya agak tertunda gak papa. Kalau anak-anak saya, sudah saya biasakan jam 12-1 siang waktunya makan siang. Harus makan, meski dalam perjalanan.  Karena biasanya setelah mereka kenyang, mereka istirahat bobo siang.
Kemarin saya juga pesan lauk saja via goshop untuk menu makan malam. Ayam Kalasan enak dan murah di sekitar BCP.
Jangan lupa bawa bekal air mineral, karena biasanya hanya disediakan 2 botol air mineral 330ml untuk jatah 2 orang.  Saya sehari bisa habis 4liter minum sendiri. Selisihnya? Biasanya saya bawa bekal air mineral yang 1,5L beberapa botol atau air mineral gelas 1 kardus. Hahahaha. Beli aja di warung terdekat sebelum berangkat, karena belum tentu hotel tujuan deket sama minimarket yang harganya standard.

5. Lihat review pengguna lain.

Memang sih kadang yang ditampilin cuma review yang bagus-bagus aja, tapi kadang ada kata kunci ditengah-tengah review bagus yang dibuat orang-orang. Seperti ini,


Artinya ya mungkin kamar mandinya agak sedikit trouble tapi ga begitu mayor banget troublenya.
Yah tiada gading yang tak retak, begitu juga hotel :P.

6. Harga yang ditawarkan masih kurang murah?

Sini-sini saya bisikin cara dapet potongan harga lagi.

Ada voucher potongan harga di promo aplikasi Airy, atau..
Cek akun Gojek, ada tukar poin Gojek dengan voucher Airy loh...
Atauuu coba ubek-ubek email gmail, siapa tahu Google Local Guide memberikan voucher Airy sebagai kompliment atas kontribusi kamu. Mayan 150rb!!!



Pengalaman menginap menggunakan Airy tanggal 14 Juli.


Tadinya sih mau di Airy Joyomartono KM 16 Tambun Selatan, tapi di detik terakhir menjelang jam check-in, Airy Joyomartono full booked :(.

Akhirnya saya reservasi di Airy Cikarang Jababeka Niaga Raya Blok CC 2 Bekasi. Lokasinya gampang banget ditemukan, ga jauh dari Mc. Donalds dan Favehotel.



Parkiran bersih dan luas yang dihiasi dengan pohon ketapang.

Di frontdesk agak ngantri, karena ternyata banyak peminatnya untuk registrasi check-in. Setiap kamar dimintai deposit sebesar 50 ribu (tunai) untuk jaminan kartu kunci kamar. Bisa nambah untuk breakfast dengan harga 35ribu/pax tanpa pengecualian umur dan bisa dibayarkan pada pagi harinya di frontdesk hotel bukan di frontdesk restonya. Jika membayar di frontdesk Resto, perpax nya 50ribu belum termasuk pajak-pajak. Restorannya sebelahan dengan frontdesk hotel. Dan kolam renang terletak di sebelah luar Restorannya.



Hotel ini punya fasilitas trolly barang, jadi kalo bawaannya banyak dan rempong seperti saya, bisa banget menggunakan fasilitas ini, dibantu pihak hotel tentunya.
Ada lift dan tangga. Jarak tiap lantainya tidak terlalu jauh, naik tanggapun ga ngos-ngos-an banget.

Saya reservasi 2 kamar karena mengajak serta eyang dan tante (panggilan anak-anak untuk mertua dan adek ipar saya).
Eyang dan tante di kamar Superior Twin, sementara saya, suami dan anak-anak di kamar Superior Double. Yang ternyata berbeda lantai. Kamar Twin di lantai 3, kamar Double di lantai 2.

Untuk akses masuk kamar, kartu cukup didekatkan sesaat ke handle pintu sampai terdengar lagu pendek dan pintu terbuka, lalu kartu diletakkan di tempat sensor pengatur listrik.
Interiornya bagus dan space saving banget.

Kamar Superior Double

Kamar Superior Twin

Jaminan kenyamanan Airy :

  • Wifi gratis (dan cepat)
  • TV layar datar (LCD dan beberapa chanel dari TV kabel dan TV lokal)
  • Perlengkapan mandi
  • Hot shower
  • AC
  • Tempat tidur bersih
  • Air minum (2 botol air mineral @330ml bersama snack penyambutan)
  • CS 24jam


Semua terpenuhi.
Ditambah pihak hotel menyediakan kettle listrik, kopi, teh, gula, krimer siap seduh. Juga 2 set cangkir beserta sendoknya.

Kamar superior ini dilengkapi dengan karpet, kulkas mini, couch dan stool. Kamar mandi shower, wastafel, dan WC jongkok American standard.
Tiap kamar memiliki balkon namun pintu balkon tidak dapat diakses untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tersedia menu makanan Restoran, layanan pijat, kalender dan daftar channel TV.

Kolam renang bebas digunakan tamu.



Sejauh ini, saya cukup puas dengan hotel Airy dan tidak pernah kecewa dengan Airy Rooms walau sudah pakai berkali-kali.
Merekomendasikan pakai Airy ke orang lain? Pasti lah.

Ini saya merekomendasikan Airy ke Eyang dan tante saat mereka plesir ke Makasar beberapa minggu silam.


Ayoolahh staycation on budget pake Airy. Ga nyesel deh.

Sunday, July 8, 2018

Gadget Khusus Untuk Anak, Perlukah?



Aloha!

Apakabar?
Semoga sehat selalu ya.
Duo A lagi batuk pilek ditambah si cantik lagi toilet training, jadi bentar2 pel lantai.

Hmmm ngomongin apa ya?
Oiya, tentang bocah yang terkenal karena salah satu aplikasi di handphone. Hm... menghela nafas panjang.

Sebagai seorang ibu, pastilah mau yang terbaik untuk anaknya. Berkaca dari kasusnya si bocah itu, sebisa mungkin saya membatasi akses penggunaan internet kepada anak-anak saya.
Ah itu teori.
Iya teori, tapi saya lihat contoh anak yang dengan bebas mengakses internet sepanjang hari kerjaannya cuma gegoleran aja di kasur, duduk males2an di kursi dan SEPANJANG HARI PEGANG HP. Kemana2 yang dipegang HP dan powerbank. Begitu ketemu tempat, yang dicari colokan lalu tatapan kembali ke HP, ga peduli sekitar. Lagi dimana, dengan siapa.
Dan saya ga mau anak saya seperti itu.
Ortunya dimana? Ada. Tapi ga mau bersinggungan dengan internet.
Lalu anaknya mengakses internet di bawah pengawasan siapa?
Depkominfo, maybe?!
Menurut ngana?

Saya pengguna internet yang juga nyambi buzzer dan influencer di beberapa media sosial. Saya adalah orangtua yang berprinsip sebelum anak2 tau, saya harus seribu langkah di depan mereka.
Sebelum anak2 pegang gadgetnya sendiri, mereka harus tau etika, norma dan policynya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan yang akan ditemukan di search engine beribu tahun mendatang.

Tapi, anak jaman now, kayanya ga bisa lepas secara ideal dari HP dan internet, ditambah anak-anak kan ya gimana orangtuanya. Orangtuanya rajin pegang HP, ya bisa ditebak gimana anaknya. Minimal main game offline atau game yang harus terkoneksi dengan internet. Atau sekedar menonton video pengenalan warna di youtube.

Saya membatasi akses internet untuk anak-anak saya. Internet hanya bisa diakses melalui HP saya dan suami.
Si ganteng biasanya minjem HP saya untuk main Talking Tom, Talking Hank, Bus Simulator, Moy, Lego. Kadang iseng mainin Jewel King favorit saya atau main boomerang. Dalam kondisi offline.

Si cantik biasa pinjem hp Samsung papanya untuk nonton Upin Ipin di youtube lalu merambah ke channel video pengenalan warna dengan karakter yang familiar seperti Tayo, PJMask, Frozen. Kadang kalau saya tahu video favoritnya, biasanya saya download di HP saya untuk bisa ditonton offline dan hemat kuota karena saya dan suami masih menggunakan kuota paket data operator seluler yang seharga belanja mingguan di pasar.
That's it.

Yang artinya, dari segi perangkat dan akses sudah kami -ortunya- batasi. Dan semua baik-baik saja sampai misalnya anak-anak ketemu om tantenya yang beranjak remaja....
Yang di HPnya punya banyak aplikasi dengan banyak filter camera dan fiturnya.
Si ganteng tetiba minta didownload in aplikasi itu juga supaya bisa seperti tante/om nya. Ya seperti instagram itu kan, untuk bisa muka ada awan trus bulan bintang matahari itu kan harus connect ke internet. Salah2 pencet, dia bisa liat apa yang ada di 'explore' yang ga sesuai umurnya.

Atau tetiba si cantik kalo nginep di tempat lain (sayanya sih udah pasti ikut nginep), supaya anteng ga berisik dan bisa ditinggal masak, beberes, dll dikasi main hp sama tuan rumah yang banyak games. Dari mulai solitaire sampai indian bride. Begitu itu HP mau dipake sama empunya dan si cantik tetep kekeuh mau main itu, salah satu solusi yang ga win win solution adalah si cantik main game itu di HP saya, yang artinya saya juga harus download game tersebut.
Ga win win solution sih menurut saya. Ya yang pertama kali menawarkan opsi bermain hp supaya anteng tersebut harusnya ya 'bertanggungjawab' atas konsekuensi jika opsi tersebut hilang. Bukannya ngelempar opsi itu ke saya, karena saya ga pernah membiasakan supaya anak anteng ya dikasi hp.

See? Seideal2nya kita membendung, ternyata lingkungan luar kadang ga sejalan. Makanya saya lebih suka mengurung anak saya di dalam rumah untuk ngeberantakin rumah yang secuil yang gampang diberesin lagi. Main sih keluar rumah, pas udah sore mendekati maghrib. Hahaha, supaya mainnya ga kelamaan.

Kadang kesel saat saya lagi kerja ketak-ketik di handphone lalu si cantik/si ganteng minta pinjem untuk main game. Mana HP batrenya gitu, sehari bisa 3x charge. Sekalinya batrenya penuh, dipinjem main game, balik lagi ke saya, kosong. Charge lagi. Penuh, dipinjem lagi sampe abis. Repeat. Ahahaha.
Tapi ya itu tadi, ini sebagai bentuk pembatasan akses internet, dimana dengan HP saya, saya tau apa saja yang ada di dalamnya.

Mau beliin gadget untuk mereka juga mikir. Belum saatnya mereka punya. Lagian, buat makan aja susah kok beli gadget baru, buat anak-anak pula yang belum tentu bisa menghasilkan duit untuk bayar balik cicilannya. Hahahaha.

Punya gadget khusus untuk si anak, berarti :
1. Harus siap kuota data. Misal tetiba si anak minta didownload video favoritnya : minimal beli paket data atau pasang wifi di rumah. BERAPA BULANANNYA? Start 300rb. Plis nak, Itu buat belanja berminggu2.

2. Harus siap mendampingi. Apapun itu sih. Ya main di luar rumah, main di dalam rumah, semuanya harus dalam pengawasan. Apalagi, main di dunia maya yang ga berbatas dan netizen yang kejam.
Saya sih ga mau 24 jam mantengin bocah nonton apa setiap jam setiap waktu. Macem saya budak internet aja yang terus2an cuma internet, internet dan internet aja hidup ini.

3. Harus siap ngomong tanpa eye contact karena anaknya sibuk sama HP dan ga bisa lepas dari HP.
No. No. No.
Sayanya ga siap gemes sama anak sendiri yang kecanduan hp.

Ibu-ibu di luar sana yang memberikan gadget khusus untuk anaknya, jangan tersinggung ya. Tiap orang punya gaya parenting dan pandangannya masing2. Memang ga bisa disamaratakan. Tapi kalau untuk anak saya, ya seperti yang saya bilang tadi, di atas.

Yayayaya saya memang ortu old-fashioned yang suka anak-anaknya main panci wajan. Karena yang terlalu kekinian memang susah dibendung.
Ada yang punya pendapat lain?

Wednesday, July 4, 2018

Beli Merchandise Asian Games di Bukalapak Aja



Aloha!!!
Jumpa lagi setelah sekian lama vakum ramadhan dan lebaran. Biasa deh sok sibuk hihihihi.

Bebetapa hari ini saya menyimak berita isinya persiapan perhelatan Asian Games yang akan segera dilangsungkan di Indonesia tepatnya di kota Jakarta dan Palembang.
Untuk Jakarta, persiapannya antara lain pemberlakuan sistem ganjil genap kendaraan dan anak sekolah yang diliburkan . Wowwww, good news atau bad news untuk emak-emak? Hahaha. Secara libur semester yang 1,5 bulan aja bikin emak-emak pusing anaknya mau dikaryakan dan diajak liburan kemana. Lah nambah lagi liburnya :D.
Anaknya suruh ikut kursus jahit aja bun. wkwkwk.

Event besar ini merupakan perayaan olahraga yang diikuti oleh seluruh negara di Asia. Sebagai tuan rumah, Indonesia lah nantinya yang akan menjamu para atlet dan wisatawan yang berkunjung untuk melihat pertandingan yang akan dilakukan. Sama seperti event besar lainnya, sebagai tuan rumah, Indonesia juga membuat maskot khusus sebagai bentuk citra dari Asian games yang diwakili oleh 3 boneka hewan khas Indonesia. Maskot ini merupakan salah satu dari merchandise yang diresmikan oleh Asian games 2018. Untuk memeriahkannya, kita sudah bisa mulai beli merchandise Asian games Bukalapak mulai sekarang.

Bukalapak sebagai salah satu situs belanja online besar di Indonesia bisa dijadikan tempat yang tepat untuk membeli merchandise Asian games.

Maskot Asian games, apa aja ?

Asiangames2018.id


1. BhingBhing si burung cendrawasih.
2. Atung si rusa.
3. Kaka si badak bercula satu.

Udah bisa dibeli kok di Bukalapak dari berbagai lokasi pelapak. Iyesss karena bukan hanya dijual oleh satu orang saja, kita bisa memilih pelapak mana yang akan menjadi tempat kita untuk membelinya ya daripada macet-macet pusing mikirin naik mobil yg plat genap atau ganjil, mendingan klik-klik aja. Tentu saja pemilihan bisa berdasarkan harga maupun lokasi pelapak yang akan berhubungan dengan ongkos kirim yang perlu dibayarkan.

Bisa sih ya beli merchandise nya offline, tapi setelah saya infoin apa aja kelebihan
 beli merchandise Asian games Bukalapak. Kelebihan Memilih membelinya di Bukalapak secara online:

1. Dapat diakses kapan saja dan dari mana saja melalui ponsel atau gadget yang terhubung dengan internet sehingga tak perlu disesuaikan dengan jam buka toko.
2. Bisa memilih dengan lebih leluasa tanpa memperhatikan durasi berada di satu toko tertentu.
3. Dapat memperbandingkan harga dengan lebih mudah tanpa menghabiskan waktu dan biaya transportasi.
4. Dapat memilih barang mana yang akan dibeli apakah original ataupun tiruan tanpa 5. keluar masuk toko.
Cara pembayaran juga mudah, bisa dilakukan secara transfer maupun cash di mini market.

Supaya Fair, saya ingetin lagi plus minus membeli merchandise langsung :

1. Tidak memerlukan pembayaran ongkos kirim. Tapi perlu ongkos transportasi, yang pasti lebih besar daripada ongkos kirim kurir.
2. Barang bisa langsung Anda bawa pulang. Iyalah, keluar rumah beli barang pasti pulang harus bawa barangnya.
3. Dapat melakukan pengecekan barang secara langsung. Bisa dipegang, dilihat, diterawang :D
4. Ga bisa melakukan perbandingan harga dengan leluasa atau harus mengeluarkan tenaga dan uang lebih untuk keluar masuk toko dalam usaha mencari barang yang lebih murah.

Setelah baca2, silahkan dipertimbangkan  mau beli merchandise Asian games Bukalapak ataupun dengan beli secara langsung melalui toko.

Online atau offline, tetap bisa merayakan dan meramaikan pesta olahraga yang dilakukan di negara sendiri. Yang paling penting adalah memberikan support secara sportif terhadap para atlet yang bertanding dan menjadi tuan rumah yang ramah serta sopan khususnya bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta dan Palembang.

Menggunakan kaos merchandise Asian games juga bisa dilakukan selain menonton pertandingan sebagai sebuah kebanggaan akan diselenggarakannya event besar ini di negeri sendiri.

GO GO GO. INDONESIA!!!