Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Sunday, July 8, 2018

Gadget Khusus Untuk Anak, Perlukah?



Aloha!

Apakabar?
Semoga sehat selalu ya.
Duo A lagi batuk pilek ditambah si cantik lagi toilet training, jadi bentar2 pel lantai.

Hmmm ngomongin apa ya?
Oiya, tentang bocah yang terkenal karena salah satu aplikasi di handphone. Hm... menghela nafas panjang.

Sebagai seorang ibu, pastilah mau yang terbaik untuk anaknya. Berkaca dari kasusnya si bocah itu, sebisa mungkin saya membatasi akses penggunaan internet kepada anak-anak saya.
Ah itu teori.
Iya teori, tapi saya lihat contoh anak yang dengan bebas mengakses internet sepanjang hari kerjaannya cuma gegoleran aja di kasur, duduk males2an di kursi dan SEPANJANG HARI PEGANG HP. Kemana2 yang dipegang HP dan powerbank. Begitu ketemu tempat, yang dicari colokan lalu tatapan kembali ke HP, ga peduli sekitar. Lagi dimana, dengan siapa.
Dan saya ga mau anak saya seperti itu.
Ortunya dimana? Ada. Tapi ga mau bersinggungan dengan internet.
Lalu anaknya mengakses internet di bawah pengawasan siapa?
Depkominfo, maybe?!
Menurut ngana?

Saya pengguna internet yang juga nyambi buzzer dan influencer di beberapa media sosial. Saya adalah orangtua yang berprinsip sebelum anak2 tau, saya harus seribu langkah di depan mereka.
Sebelum anak2 pegang gadgetnya sendiri, mereka harus tau etika, norma dan policynya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan yang akan ditemukan di search engine beribu tahun mendatang.

Tapi, anak jaman now, kayanya ga bisa lepas secara ideal dari HP dan internet, ditambah anak-anak kan ya gimana orangtuanya. Orangtuanya rajin pegang HP, ya bisa ditebak gimana anaknya. Minimal main game offline atau game yang harus terkoneksi dengan internet. Atau sekedar menonton video pengenalan warna di youtube.

Saya membatasi akses internet untuk anak-anak saya. Internet hanya bisa diakses melalui HP saya dan suami.
Si ganteng biasanya minjem HP saya untuk main Talking Tom, Talking Hank, Bus Simulator, Moy, Lego. Kadang iseng mainin Jewel King favorit saya atau main boomerang. Dalam kondisi offline.

Si cantik biasa pinjem hp Samsung papanya untuk nonton Upin Ipin di youtube lalu merambah ke channel video pengenalan warna dengan karakter yang familiar seperti Tayo, PJMask, Frozen. Kadang kalau saya tahu video favoritnya, biasanya saya download di HP saya untuk bisa ditonton offline dan hemat kuota karena saya dan suami masih menggunakan kuota paket data operator seluler yang seharga belanja mingguan di pasar.
That's it.

Yang artinya, dari segi perangkat dan akses sudah kami -ortunya- batasi. Dan semua baik-baik saja sampai misalnya anak-anak ketemu om tantenya yang beranjak remaja....
Yang di HPnya punya banyak aplikasi dengan banyak filter camera dan fiturnya.
Si ganteng tetiba minta didownload in aplikasi itu juga supaya bisa seperti tante/om nya. Ya seperti instagram itu kan, untuk bisa muka ada awan trus bulan bintang matahari itu kan harus connect ke internet. Salah2 pencet, dia bisa liat apa yang ada di 'explore' yang ga sesuai umurnya.

Atau tetiba si cantik kalo nginep di tempat lain (sayanya sih udah pasti ikut nginep), supaya anteng ga berisik dan bisa ditinggal masak, beberes, dll dikasi main hp sama tuan rumah yang banyak games. Dari mulai solitaire sampai indian bride. Begitu itu HP mau dipake sama empunya dan si cantik tetep kekeuh mau main itu, salah satu solusi yang ga win win solution adalah si cantik main game itu di HP saya, yang artinya saya juga harus download game tersebut.
Ga win win solution sih menurut saya. Ya yang pertama kali menawarkan opsi bermain hp supaya anteng tersebut harusnya ya 'bertanggungjawab' atas konsekuensi jika opsi tersebut hilang. Bukannya ngelempar opsi itu ke saya, karena saya ga pernah membiasakan supaya anak anteng ya dikasi hp.

See? Seideal2nya kita membendung, ternyata lingkungan luar kadang ga sejalan. Makanya saya lebih suka mengurung anak saya di dalam rumah untuk ngeberantakin rumah yang secuil yang gampang diberesin lagi. Main sih keluar rumah, pas udah sore mendekati maghrib. Hahaha, supaya mainnya ga kelamaan.

Kadang kesel saat saya lagi kerja ketak-ketik di handphone lalu si cantik/si ganteng minta pinjem untuk main game. Mana HP batrenya gitu, sehari bisa 3x charge. Sekalinya batrenya penuh, dipinjem main game, balik lagi ke saya, kosong. Charge lagi. Penuh, dipinjem lagi sampe abis. Repeat. Ahahaha.
Tapi ya itu tadi, ini sebagai bentuk pembatasan akses internet, dimana dengan HP saya, saya tau apa saja yang ada di dalamnya.

Mau beliin gadget untuk mereka juga mikir. Belum saatnya mereka punya. Lagian, buat makan aja susah kok beli gadget baru, buat anak-anak pula yang belum tentu bisa menghasilkan duit untuk bayar balik cicilannya. Hahahaha.

Punya gadget khusus untuk si anak, berarti :
1. Harus siap kuota data. Misal tetiba si anak minta didownload video favoritnya : minimal beli paket data atau pasang wifi di rumah. BERAPA BULANANNYA? Start 300rb. Plis nak, Itu buat belanja berminggu2.

2. Harus siap mendampingi. Apapun itu sih. Ya main di luar rumah, main di dalam rumah, semuanya harus dalam pengawasan. Apalagi, main di dunia maya yang ga berbatas dan netizen yang kejam.
Saya sih ga mau 24 jam mantengin bocah nonton apa setiap jam setiap waktu. Macem saya budak internet aja yang terus2an cuma internet, internet dan internet aja hidup ini.

3. Harus siap ngomong tanpa eye contact karena anaknya sibuk sama HP dan ga bisa lepas dari HP.
No. No. No.
Sayanya ga siap gemes sama anak sendiri yang kecanduan hp.

Ibu-ibu di luar sana yang memberikan gadget khusus untuk anaknya, jangan tersinggung ya. Tiap orang punya gaya parenting dan pandangannya masing2. Memang ga bisa disamaratakan. Tapi kalau untuk anak saya, ya seperti yang saya bilang tadi, di atas.

Yayayaya saya memang ortu old-fashioned yang suka anak-anaknya main panci wajan. Karena yang terlalu kekinian memang susah dibendung.
Ada yang punya pendapat lain?

Wednesday, July 4, 2018

Beli Merchandise Asian Games di Bukalapak Aja



Aloha!!!
Jumpa lagi setelah sekian lama vakum ramadhan dan lebaran. Biasa deh sok sibuk hihihihi.

Bebetapa hari ini saya menyimak berita isinya persiapan perhelatan Asian Games yang akan segera dilangsungkan di Indonesia tepatnya di kota Jakarta dan Palembang.
Untuk Jakarta, persiapannya antara lain pemberlakuan sistem ganjil genap kendaraan dan anak sekolah yang diliburkan . Wowwww, good news atau bad news untuk emak-emak? Hahaha. Secara libur semester yang 1,5 bulan aja bikin emak-emak pusing anaknya mau dikaryakan dan diajak liburan kemana. Lah nambah lagi liburnya :D.
Anaknya suruh ikut kursus jahit aja bun. wkwkwk.

Event besar ini merupakan perayaan olahraga yang diikuti oleh seluruh negara di Asia. Sebagai tuan rumah, Indonesia lah nantinya yang akan menjamu para atlet dan wisatawan yang berkunjung untuk melihat pertandingan yang akan dilakukan. Sama seperti event besar lainnya, sebagai tuan rumah, Indonesia juga membuat maskot khusus sebagai bentuk citra dari Asian games yang diwakili oleh 3 boneka hewan khas Indonesia. Maskot ini merupakan salah satu dari merchandise yang diresmikan oleh Asian games 2018. Untuk memeriahkannya, kita sudah bisa mulai beli merchandise Asian games Bukalapak mulai sekarang.

Bukalapak sebagai salah satu situs belanja online besar di Indonesia bisa dijadikan tempat yang tepat untuk membeli merchandise Asian games.

Maskot Asian games, apa aja ?

Asiangames2018.id


1. BhingBhing si burung cendrawasih.
2. Atung si rusa.
3. Kaka si badak bercula satu.

Udah bisa dibeli kok di Bukalapak dari berbagai lokasi pelapak. Iyesss karena bukan hanya dijual oleh satu orang saja, kita bisa memilih pelapak mana yang akan menjadi tempat kita untuk membelinya ya daripada macet-macet pusing mikirin naik mobil yg plat genap atau ganjil, mendingan klik-klik aja. Tentu saja pemilihan bisa berdasarkan harga maupun lokasi pelapak yang akan berhubungan dengan ongkos kirim yang perlu dibayarkan.

Bisa sih ya beli merchandise nya offline, tapi setelah saya infoin apa aja kelebihan
 beli merchandise Asian games Bukalapak. Kelebihan Memilih membelinya di Bukalapak secara online:

1. Dapat diakses kapan saja dan dari mana saja melalui ponsel atau gadget yang terhubung dengan internet sehingga tak perlu disesuaikan dengan jam buka toko.
2. Bisa memilih dengan lebih leluasa tanpa memperhatikan durasi berada di satu toko tertentu.
3. Dapat memperbandingkan harga dengan lebih mudah tanpa menghabiskan waktu dan biaya transportasi.
4. Dapat memilih barang mana yang akan dibeli apakah original ataupun tiruan tanpa 5. keluar masuk toko.
Cara pembayaran juga mudah, bisa dilakukan secara transfer maupun cash di mini market.

Supaya Fair, saya ingetin lagi plus minus membeli merchandise langsung :

1. Tidak memerlukan pembayaran ongkos kirim. Tapi perlu ongkos transportasi, yang pasti lebih besar daripada ongkos kirim kurir.
2. Barang bisa langsung Anda bawa pulang. Iyalah, keluar rumah beli barang pasti pulang harus bawa barangnya.
3. Dapat melakukan pengecekan barang secara langsung. Bisa dipegang, dilihat, diterawang :D
4. Ga bisa melakukan perbandingan harga dengan leluasa atau harus mengeluarkan tenaga dan uang lebih untuk keluar masuk toko dalam usaha mencari barang yang lebih murah.

Setelah baca2, silahkan dipertimbangkan  mau beli merchandise Asian games Bukalapak ataupun dengan beli secara langsung melalui toko.

Online atau offline, tetap bisa merayakan dan meramaikan pesta olahraga yang dilakukan di negara sendiri. Yang paling penting adalah memberikan support secara sportif terhadap para atlet yang bertanding dan menjadi tuan rumah yang ramah serta sopan khususnya bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta dan Palembang.

Menggunakan kaos merchandise Asian games juga bisa dilakukan selain menonton pertandingan sebagai sebuah kebanggaan akan diselenggarakannya event besar ini di negeri sendiri.

GO GO GO. INDONESIA!!!
Tuesday, May 22, 2018

Best Seller Merchandise Piala Dunia 2018



Aloha!
Pakabar? Masih lancar puasanya?
semoga lancar jaya sampai lebaran.

Anyway, saya inget kata suami beberapa waktu lalu sebelum masuk ramadhan.

Wah bakalan asyik kalau pas Ramadhan pas piala dunia

Saya cuma dengar selintas lalu aja, soalnya juga suami bukan orang yang mania banget sama piala dunia, cuma ikut2an euforianya aja. Hahaha.
Sedangkan saya? Hahaha biasa aja, banget. Ya palingan suka liat2 merchandisenya, karena kadang ada yang imut2 ucul gitu.

Ternyata, Pagelaran Piala Dunia yang akan dimulai pada tanggal 14 juni sampai 15 juli.  Menjelang lebaran toh? Dikala kita lagi syibuk bayar zakat fitrah, cari2 kue lebaran, beli baju lebaran #eh.

Laga FIFA World Cup tersebut akan berlangsung di Negara Rusia yang diikuti sebanyak 32 negara pada babak fase grup di tahap pertama. Semua kontestan telah disebar ke dalam delapan grup dan nantinya Laga Piala Dunia 2018 akan dibuka dengan pertandingan Grup A yaitu antara tuan rumah Rusia yang akan bertanding melawan Arab Saudi di Stadion Luzhniki, Moskwa. Laga tersebut tepatnya akan digelar pada kamis 14 juni 2018 pada pukul 22.00 WIB.

Melihat antusiasme para pecinta olahraga sepakbola, euphoria FIFA World Cup ini juga dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis untuk membuat merchandise piala dunia 2018.

Selain menyambut dan menyaksikan tim kesayangan yang akan berlaga dalam Piala Dunia 2018, tentunya Negara Rusia memfasilitasi keinginan turis mancanegara untuk berburu merchandise world cup. Ada sebuah toko souvenir resmi yang telah dibuka di Moskow, tepatnya di lantai satu pusat toko anak-anak atau lebih dikenal dengan Detskiy Mir yang telah menyediakan berbagai merchandise pagelaran Piala Dunia tahun 2018, seperti boneka yang dibanderol mulai dari harga 1.000 rubel atau sekitar 236 ribu rupiah.

Bingung mau cari merchandise kaya gimana? Hmmm sini saya kasi ide merchandise terfavorit yang paling banyak dicari :

Zabivaka

Ini adalah sebuah merchandise boneka yang dibuat mirip dengan serigala dan sekaligus sebagai maskot resmi Piala Dunia FIFA 2018. Dibagian dada Zabivaka si serigala ini juga dilengkapi sebuah aksen tulisan yang berbunyi 2018 FIFA World Cup Rusia. Karena keistimewaannya sebagai maskot resmi tersebut merchandise Piala Dunia 2018 yang satu ini paling dicari oleh banyak orang.

Pinterest.com

Kaus dan jersey

Kaus atau jersey yang juga masuk dalam daftar merchandise yang paling banyak dicari juga bisa dengan mudah  didapatkan di toko souvenir para pelaku bisnis yang menyambut pagelaran Piala Dunia 2018, selain itu dengan mudah ditemukan melalui beberapa toko online. Merchandise yang satu ini juga dapat dipakai sebagai baju ganti oleh karena itu banyak orang yang tertarik untuk membelinya, baik untuk di berikan kepada orang lain maupun untuk dipakai sendiri.

Bantal

Ada banyak sekali jenis warna bantal yang turut dijadikan sebagai salah satu merchandise untuk menyambut pagelaran FIFA World Cup tersebut, peminat merchandise yang satu ini juga terbilang cukup banyak karena bantal merupakan benda fungsional.

Cangkir

Nonton piala dunia identik dengan begadang tengah malam dan ditemenin secangkir kopi. Untuk para pecinta olahraga sepakbola yang gemar ngopi maupun ngeteh, cangkir bisa menjadi rekomendasi merchandise favorit yang bisa dipilih. Selain sebagai hiasan, nantinya bisa menggunakannya sebagai tempat minum kopi atau teh dipagi dan sore hari.

Toko souvenir merchandise tersebut rencanya paling banyak akan dibuka di Moskow dan Sankt Peterburg, selain itu akan ada 3-5 toko yang akan dibangun disetiap tuan rumah acara Piala Dunia 2018 yang berjumlah sebelas kota. Half ini juga turut disampaikan oleh kepala bagian manajeman merek dan departemen lisensi FIFA yaitu Ana Brito.

Itulah beberapa daftar merchandise piala dunia 2018 terfavorit dan paling dicari oleh banyak orang. Harus beli di Rusia?
Kemon atuh lah, dunia sekarang sudah tak berjarak dengan adanya ecommerce. Tinggal duduk ganteng, sembari nonton piala dunia, klik klik handphone dan token, tinggal nunggu paket dari abang kurir deh.

Jadi, kamu pilih yang mana?