Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Thursday, January 18, 2018

Warnain Rambut Secara Alami? Bisa!


Aloha!

Apakabar?
Semoga sehat selalu.

Gimana awal tahun ini ada yang berubah ga? Ya kalo ga status baru, dari jomblo jadi duplo (berpasangan maksudnya) atau,
Status rumah mertua indah jadi rumah cicilan abadi #eh atau,
Kalo bukan keduanya, minimal rambut lah, ada perubahan style rambut?
Saya dong udah potong rambut di hari pertama 2018. Hahaha. Penting ga sih?

Akhir-akhir ini saya sering nemenin nonton TV bocah. Pokoknya dari pagi buta sama menjelang malem (jam 20.00 an) channel cuma mentok di MNC Tv dan RTV aja. Either Tayo-PoliRobocar Or Upin Ipin-Ejen Ali-Sopo Jarwo. Biasanya sembari nyuapin bocah. Yah banyakan nontonnya sih, si Ultramen keenakan nonton, makanannya diemut -_-.

Ada satu iklan sampo yang saya suka.
Ada banyak wanita dengan pilihannya masing2 untuk rambutnya. Dari mulai memanjangkannya, mengecat hitam, menutupnya (pake hijab), sampe yang dicat warna warni. Dan saya tetep envy sama yang dicat abu2.
Kapan saya bisa kaya gitu.

Loh kan ditutup hijab? Rapopo lah buat kepuasan pribadi wkwkwk. Saya pengen banget ini rambut dicat silver/grey. Sering buka situs belanja online dengan keyword cat rambut grey, banyak sih yang muncul. Beli engga, beli engga.
Masih bimbang karena menyusui. Apalagi ada pendapat yang bilang kalo mau cat grey harus sama yang ahli, kalo engga mau jadi sekedar kaya rambut nenek2 yang full uban. Kalo uban doang mah saya punya. Hahaha.

Pernah juga nonton suatu acara remaja, yang merekomendasikan salon khusus untuk cat rambut model ombre (gradasi) dan grey silver. Setelah ngintip ig nya, harganya wahhhhh. Mahaaalll.
Mangkanya hasrat terpendam pengen dengan biaya yang ekonomis. Hahaha.

Dan... sampe sekarang blom kesampean sis. Boro2 mau ke salon ngecat rambut, panggil go-pijat ke rumah aja nampaknya mustahil karena bocah maunya gelendotan sama emaknya semacam upil.
Ya kan kalo kata orang, mumpung anak2 mau diunyel2, mau nempel meski emaknya belom mandi dan bau ketek, NIKMATIILAAHHH karena ga akan terulang. Betol betol betol.

Ya untuk menghibur diri, saya browsing ajalah. Kali aja ada pewarna rambut dari bahan alami. Produk cat rambut yang terbuat dari bahan alami menunjukan bahwa ada beragam jenis tanaman ataupun rempah di sekitar kita yang bisa dipakai untuk kebutuhan tersebut. And guess what? Adaaa siisssss.

Ini dia bahan-bahan Alami untuk mewarnai rambut.

1. Coklat,
Menginginkan rambut berwarna coklat bisa memakai biji kopi dan juga seduhan teh. Caranya campur seduhan kopi dan teh ke dalam baskom sampai pekat, kemudian oleskan ke rambut sampai ke akar. Pijat sebentar lalu tutup dengan shower cap dan diamkan selama beberapa jam, bilas dan keringkan. Lakukan beberapa kali dalam seminggu hingga warna yang diinginkan mulai terlihat.

2. Hitam,
Sementara untuk mendapatkan warna rambut yang hitam dan berkilau bisa mempergunakan bubuk kacang walnut maupun urang-aring. Khusus untuk bubuk walnut cukup membuat seduhan darinya dan tempatkan pada sebuah baskom, pastikan benar-benar kental. Baru kemudian diaplikasikan ke rambut dan pijat sebentar, diamkan lalu dibilas sampai bersih. Perawatan selama 2-3kali dalam seminggu akan membantu mendapatkan warna hitam sesuai dengan keinginan.

Bisa juga pake kemiri. Kemiri disangrai sampai gosong hitam. Lalu diuleg sampai hancur lalu dimasukkan dan dibungkus ke saputangan yang sudah ga terpakai lagi warna gelap (hitam lebih bagus), diperas2 di kulit kepala dan permukaan rambut. Dibawa tidur semalaman. Supaya ga kotor bantal dan spreinya diberi lapisan kertas koran. Tidurnya pun 1 gaya aja ya, lurus. Hahaha.
Bangun tidur langsung keramas, pasti rambut berkilau. Ulangi beberapa kali dan hitam mengkilap akan terpancar dari rambutmu. Saya udah coba yang kemiri ini nih.

3. Merah
Bosan dengan warna gelap? Cobalah mewarnai rambut dengan warna merah dan tidak harus memakai pewarna berbahan kimia, kita bisa memanfaatkan aneka kelopak bunga. Biasanya untuk menjadikan rambut berwarna merah bisa memakai kelopak bunga mawar maupun bunga sepatu. Cukup ditumbuk saja kemudian dioleskan merata ke seluruh rambut dari akar sampai ujung dan dibilas, lakukan beberapa kali dalam seminggu. Opsional lain adalah memakai bit dan paprika.

4. Pirang
Cobalah memanfaatkan kunyit di dapur, caranya cukup menumbuk kunyit dan diambil sarinya. Tuangkan perasan air kunyit ini ke dalam botol spray lalu semprotkan secara merata ke seluruh lapisan rambut. Pijat sebentar dan diamkan sampai mengering baru kemudian dibilas, kalau dilakukan 2-3 kali selama seminggu maka cat rambut alami ini akan menjadikan rambut gelap menjadi.... taraaaaa....
nasi kuning Pirang.

Mau coba? Coba deh, nanti sharing di komen ya.
Selamat mewarnai rambut.

Wednesday, January 17, 2018

Wisata Religius Makam Sunan Gunung Jati


Aloha!
Apakabar?

Ada yang udah punya rencana liburan untuk bulan depan? Ada libur panjang loh di bulan depan, libur imlek pas hari Jumat tanggal 16 februari dan... disaat tanggal tua. Hahaha.

Saya udah lama euy ga ke Cirebon. Siapa yang orang Cirebon? Papa saya. Hihihi. Jadi saya separo urang sunda euy. Dont call me kakak, call me teteh. Hahahaha.

Terakhir kali saya ke Cirebon itu bersama si Papa, waktu saya masih baru-baru kerja di Cikini sekitar tahun 2000an awal. Pulang pergi di hari yang sama naik kereta Cirebon Express.
Berangkat pagi, pulang sore. Ngapain aja? Ya silaturahmi aja sekalian nyekar.

Berikut pengalaman saya waktu itu berkunjung ke sana.
Turun dari kereta, dijemput sodara untuk mengantar ke daerah Ciledug Jatiseeng ketemu dengan tantenya si Papa, yang artinya Nenek saya juga. Ngobrol-ngobrol sebentar, barulah menuju ke tujuan selanjutnya. Nyekar.

Bagi yang belum tahu apa itu nyekar, nyekar adalah ziarah kubur. Tujuan nyekar ke komplek pemakaman Sunan Gunung Jati.




Nenek, kakek dan om saya dimakamkan di sana. Ga sembarang orang sih yang bisa dimakamkan disana hanya yang satu garis keturunan saja yang bisa dimakamkan di sana. Salah 'ciri'nya adalah garis keturunan berupa nama RATU dan ELANG. Kalau saya, karena garis keturunan patriarki dari Papa yang nama depannya ada ELANGnya, maka seluruh anak-anaknya ada nama ELANG dan RATU.

Karena menganut patriarki, maka anak-anak saya tidak membawa garis keturunan sehingga tidak dinamai dengan awalan RATU dan ELANG.

Okay, balik lagi ke Pemakaman Sunan Gunung Jati. Pemakaman ini unik loh. Selain ada makam dimana-mana, tentunya. Di tembok-temboknya ada banyak piring-piring keramik motif Tionghoa yang menempel langsung (disemen permanen bukan dipajang terpisah atau bisa dilepas). Kata Papa saya, itu adalah salah satu bentuk akulturasi budaya Cirebon dan Tionghoa. Istri Sunan Gunung Jati konon adalah seorang Tionghoa namun karena satu dan lain hal (saya agak lupa ceritanya) jenazah dikubur dipisahkan oleh dinding. Setengah badan ada di area pemakaman ini, setengahnya lagi ada di luar pemakaman ini karena hal tersebut.





Setelah memasuki gerbang awal (gapura pertama), seinget saya, non muslim tidak bisa melanjutkan eksplorasi ke bagian dalam pemakaman apalagi sampai ke area inti makam sunan karena diharuskan mengambil air wudhu.


Karena bentuknya pemakaman, tentunya ada banyak makam dan sudah sepaket banyak 'pendoa' setempat yang biasanya mendekati peziarah dengan tujuan untuk mendoakan. Biasanya setelah itu, ada imbalan dari peziarah untuk beliau. Selain pendoa, banyak juga peminta-minta yang mengadahkan tangan. BANYAK berarti banyakkk. Sekali salah satu dikasi, semuanya bakalan ngejar minta dikasi sedekah juga. Ya gimana ya?!

Berhubung waktu itu saya hanya melakukan perjalanan PP hari yang sama, jadi saya ga sempet plesir ke tempat tujuan wisata di Cirebon.

Beberapa kali explore instagram dan ada banyak spot wisata yang instagramable seperti yang diceritakan di blog Traveloka.
Yang paling saya pengen kunjungi adalah Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman.
Iki piye ya? Ngaku anggota kerajaan, ngeliat kereta kencana dan berkunjung kesana aja belom. Anggota kerjaan macam apa saya? *plak.

Sebenernya sih saya emang penasaran mau ke Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman mau 'mendaftarkan' diri dan melihat silsilah lebih lanjut.
Anyway mungkin next time lah saya dan keluarga jalan-jalan kesana lagi dengan perencanaan dan ittinerary yang lebih matang.

Ngomong-ngomong tentang travelling yang nyaman, saya baru tau loh kalau reservasi di Traveloka itu bisa sekalian tiket pesawat dan hotel dalam satu paket.
Yang namanya 1 paket, pastiii lebih menguntungkan, iyes?

Iyes. Karena pesan paket pesawat+hotel secara bersamaan lebih hemat dibanding pesan terpisah, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun. Nah!!! Ga perlu promo untuk bisa travelling kapan aja. Asyik kan?
Traveloka dulu, travelling kemudian :)

happy travelling.
Tuesday, January 9, 2018

Resolusi 2018, RUMAH BARU


Aloha!

Posting pertama di 2018!
Iyeyyyy.
Apakabar?
Masih banyak duitnya?
Kok?

Iya, saya dan suami saya keheranan lantaran tiap sabtu minggu tanggal berapa aja kok ya jalanan macet aja. Serasa orang2, ga abis2 uangnya setelah kemaren hajatan taun baruan bakar2 petasan. Atau hanya saya aja yg tongpes setelah libur panjang?
Krik krik.
Hahahaha.

Sudahlah lupakan permasalahan punya duit atau engga karena itu permasalahan semua orang (atau saya aja?). Saya mau cerita2 dikit tentang resolusi 2018.

RESOLUSI 2018 saya adalah pindah rumah ke rumah sendiri. Iyeyyyy!!!
Ya meskipun cicilan, tapikan bayarnya dengan sepenuh jiwa raga sampe anak SMP. Hahahaha.

Jadi, tahun lalu sekitar bulan April lah saya mulai renov rumah, dengan budget sekian. Yah namanya renovasi, di atas kertas prioritasnya ini, realitasnya banyak printilan yang mengikuti tapi sayangnya budgetnya tidak mengimbangi. Dan resolusi 2017 yang tadinya maksimal sesudah lebaran udah pindahan tertunda. Lagi. Karena biaya renovasi udah 2x lipat dari budget dan masih banyak PRnya. Daripada tertatih-tatih, saya dan suami mengambil keputusan bulat. STOP apa adanya. Ya gimana, dalam hal renovasi, ada biaya tenaga keringat tukang dan kenek yang harus kita bayarkan begitu proyek selesai atau dihentikan.

Untuk menghibur diri, tiap wiken, kita sekeluarga 'mudik' ke rumah itu dan nginep. Mudiknya heboh, segala macem di bawa. Dari mulai kasur palembang, kipas angin, steamer botol, sikat botol dsb dsb.
Anak2 sih enjoy aja meski tidur ga pake ac. Alhamdulillah.
Berhubung ga ada barangnya, ya anak2 mah hepi aja main lari2an dalem rumah, teriak2an di dalem rumah. Ya daripada saya suruh ngejar2 mereka keliling blok kan? Biarin aja dalem rumah. Hahaha.

Lalu alhamdulillah Januari ini dapet rejeki lagi, start lagi. Ya meskipun ga semua PR kemaren bisa dikerjain. Targetnya sih mudah2an bisa sesuai antara prioritas pekerjaan dengan dana yang ada dan bisa pindah. Iyeyyy.
Doakan dong. Aminnn gitu. AMINNNN.

Oiya, kenapa saya dan suami kekeuh punya rumah di pinggir kota daripada apartemen di tengah kota?
Karena eh karena :
1. rumah ada halamannya dan untungnya saya dan suami bukan pekerja tengah kota. Saya IRT dan suami kerja di pinggir kota.

2. Status rumah bisa jadi SHM dibandingkan apartemen yang hanya HGB. HGB ga bisa dijadikan agunan loh.

3. Harga rumah jelas lebih terjangkau dibanding apartement. Hahahaha.

4. Nilai investasinya gimana? Hmmm gimana ya? Setau saya sih properti pertahunnya 30% tapi tergantung sikon ya.

5. Lingkungan
Saya terbiasa dengan lingkungan yang bisa say hai basa basi (beda2 tipis sama kepo) sama tetangga sebelah, bukan yang lu lu gue gue. Begitupun saya maunya anak2 tumbuh di lingkungan yang sejauh mata memandang, mereka bisa lihat aktivitas teman2nya.

Rumah adalah tempat dimana kita pulang dan bertemu orang2 tersayang. Saya memaknainya secara harfiah, RUMAH.

Nemuin rumah itu sama kaya nemuin jodoh. Ga sekedar liat iklan jual rumah Bali misalnya, trus kita langsung yakin itu jodoh kita. Kudu pelan2, liat dulu tempatnya, fasilitasnya, atmosfernya. Baru nanti kalo klik, pasti hati juga mantap.

So, find your own home guys. Either rent or buy it.

Welcome 2018.