Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Friday, September 21, 2018

SAVASA Smart Lifestyle di Kota Industri Deltamas


Aloha!

Apakabar semua? Semua dalam keadaan sehat wal afiat.
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 15 September 2018, saya berkesempatan menghadiri Acara Opening Ceremony Marketing Gallery dan Show Unit SAVASA Smart Lifestyle di Kota Deltamas, Cikarang – Bekasi, seharian loh. Hahahaha. Lalu, saya ngapain aja di sana? Ini dia ceritanya…

Opening Ceremony

Acara ini merupakan acara peresmian Kantor Pemasaran dan Show Unit SAVASA Kota Deltamas Cikarang Bekasi. Untuk unit perumahannya masih dalam bentuk lahan yang masih dipersiapkan untuk mulai pembangunan.

Acara dibuka dengan persembahan Angklung SMK Mitra Industri dengan apik dan mempesona membawakan lagu-lagu daerah dan lagu pop yang sedang hits saat ini. Selain itu, sekolah ini juga menghadirkan siswa bernama Afrisal untuk memberikan speech dalam bahasa Jepang dengan fasih dan lancar tentang tips mempelajari bahasa asing. 

Foto : Jon


Hadir juga atraksi tabuh genderang, BENTENG TAIKO. Menurut keterangan dari Host sekaligus pengisi acara Hiroaki Kato, Taiko ini lazim dipertunjukkan di acara pembukaan sebagai symbol permulaan hal yang baru. 
Foto : Jon


Hiroaki Kato sebagai MC sekaligus pengisi acara. Beliau adalah warga Negara Jepang yang sudah 4 tahun tinggal di Indonesia dan menuntut ilmu di UGM jurusan Sastra Indonesia, sehingga pelafalan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jepang nya sudah sangat fasih. 
Acara dilanjutkan dengan sambutan.

Hongky Jeffry Nantung, President Director PT. Puradelta Lestari, Tbk (PDL) sekaligus CEO Commercial Sinar Mas Land menyatakan, “Melihat perkembangan pesat kawasan Cikarang dan sekitarnya belakangan ini, terutama dengan ditunjuknya Kota Deltmas secara resmi sebagai lokasi Cikarang Japanese School, memberikan keyakinan kepada kami pentingnya menyediakan perumahan yang berkualitas dengan standar Jepang di wilayah ini. Untuk mencapai itu semua, kami bekerjasama dengan Panasonic Homes, yang telah memiliki pengalaman luas dalam mengembangkan kota  pintar seperti Fujisawa SST yang sangat sukses di Jepang untuk membangun 37 hektar produk hunian premium di lahan kami. Sinar Mas Land selalu berkomitmen untuk terus berinovasi, menyediakan pilihan hunian terbaik dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia."

Kazuhiko Tanaka, President Director PT PanaHome Deltamas Indonesia (PHDI), yang juga menjabat sebagai President Director PT Panasonic Homes Gobel Indonesia, menambahkan “Panasonic Homes memiliki  54 tahun pengalaman dalam membangun lebih dari 490.000 rumah di Jepang, dan kami telah menerapkan teknologi perumahan kami di Taiwan, Malaysia dan sekarang di Indonesia. Kami percaya teknologi Wall-Precast Concrete (W-PC) kami yang khas dapat membantu memberikan solusi untuk backlog 13 juta rumah di Indonesia, karena kami dapat mempersingkat masa konstruksi setidaknya tiga bulan sambil mempertahankan kualitas yang terbaik. Bersama dengan Sinar Mas Land, kami bertujuan untuk mencapai pembangunan kota yang berkelanjutan yang mempertimbangkan kelestarian dan keselamatan lingkungan, serta menyediakan perumahan klaster berkualitas tinggi untuk masyarakat Indonesia."

Acara sambutan dan kata pengantar dari masing-masing perwakilan kemudian dilanjutkan dengan peresmian pengguntingan pita dan penanaman pohon secara simbolis. 

Foto : Instagram @Savasa.deltamas


Acara dilanjutkan dengan makan siang dan tour ke Marketing Gallery dan Show Unit. Show unit untuk 2 tipe (tipe A dan B) full furnished untuk contoh dan inspirasi penataan interior sudah tersedia. Adapun show unit ini dimaksudkan untuk para calon penghuni dapat melihat secara visual dan actual bentuk bangunan, layout, teknologi yang ditawarkan oleh SAVASA. 

Acara tour ini dibarengi dengan acara santap siang yang disediakan pihak SAVASA untuk para tamu undangan sembari dihibur kembali oleh persembahan Angklung SMK Mitra Mandiri, Benteng TAIKO, Hiroaki Kato dan Ica Zahra.  

Hiroaki Kato bahkan sempat membawakan lagu Ruang Rindu – Letto dalam Bahasa Indonesia dan Jepang. Hiroaki Kato juga menyanyikan Cover Meraih Bintang – Via Vallen dalam bahasa Jepang. Penampilannya cukup bersemangat mengusir kantuk setelah bersantap siang.
Selain Hiroaki Kato, juga hadir Ica Zahra, seorang youtuber pemenang Lomba Karaoke dunia NODO JIMAN THE WORLD 2015 (Lomba Karaoke Untuk Orang Asing di Jepang) menyanyikan beberapa lagu Jepang termasuk lagu Sayang – Via Vallen versi jepang (Kiroro Mirae). 

Foto : dok. Pribadi


Setelah coffee break sore, sebagai acara penutup, saya dan teman-teman blogger diajak touring ke Kota Deltamas, ke daerah Industri, pemukiman dan commercial centre. Hahaha, sebagai ibu yang biasanya berkutat dengan pekerjaan rumah, tour seperti ini begitu menyenangkan. Pak Romi sebagai guide menjelaskan bahwa Kota Deltamas memang dibangun sebagai Kota Industri Internasional. Perbedaan antara Kota Satelit dan Kota Industri adalah Kota Industri membangun sector perindustriannya terlebih dahulu, baru membangun sector pemukiman, sedangkan Kota Satelit sebaliknya. 

Kelebihan membangun infrastruktur industri di Kota Deltamas adalah Kota Deltamas memiliki kemudahan KLIK, yaitu ketika pelaku industry membeli lahan, pembangunan infrastruktur industry tersebut bisa langsung dilakukan secara parallel bersamaan dengan perijinannya. 

Industri yang telah hadir di GIIC (Green International Industrial Centre) antara lain AHM, Wuling, Mitshubhisi, Kalbe, Suzuki, Kewpie, dan beberapa perusahaan Jepang lainnya. Hampir 70% pelaku industry adalah Industri yang berasal dari Jepang. 

Kelebihan lain dari Kota Deltamas adalah hampir keseluruhan pemerintahan Kabupaten Bekasi hadir di Kota Deltamas, sehingga menjadi keuntungan strategis untuk pelaku industry untuk melakukan perijinan dan hal terkait lainnya.

Untuk mendukung para pekerja industri Deltamas, Kota Deltamas juga telah memiliki sarana pendidikan seperti Sekolah Khusus Warga Jepang, Korean Education Complex,  SMK Ananda Mitra Industri, Pangudi Luhur Bernardus School dan ITSB (Institut Teknologi Sains Bandung yang merupakan kerjasama ITB dengan Sinarmas) yang para dosennya adalah dosen ITB dan bahan ajaran akademisnya disesuaikan dengan kebutuhan Industri yang ada di Kota Deltamas. 

Juga ada beberapa bangunan khusus yang disediakan untuk para tenaga kerja dari Jepang seperti Le Premier Hotel dan Apartemen. 

Setelah melewati kawasan industry dan kawasan komersial berupa ruko di sepanjang jalan utama dan Deltamas Sport Centre,  kami diajak berkeliling melihat lahan yang sedang dipersiapkan untuk Panasonic Home yang show unitnya terdapat di dekat marketing gallery. Selain itu, juga ditunjukan lahan yang dipersiapkan untuk fasilitas pendukung lainnya seperti AEON Mall yang direncanakan menjadi Mall terbesar se Asia Tenggara dengan lahan sebesar 20 Ha, RS Mitra Keluarga, Posisi Pemberhentian Kereta Cepat High Speed Rail Karawang Station (KCIC) dan Tol Layang Cikampek. 



Foto : brosur


Tentang SAVASA

SAVASA adalah sebuah kota pintar  dengan kualitas Jepang di Kota Deltamas – Cikarang yang dikembangkan oleh Sinarmas Land dan Panasonic Home. Konsep Smart Living dengan teknologi Jepang yang canggih dan visi yang futuristic untuk kehidupan urban yang modern, dikembangkan atas 4 konsep dasar.

Foto : brosur


1. Smart Township
Sebagai Smart Township pertama di kota Bekasi, fasilitas dan kelengkapan SAVASA didesain khusus secara seksama untuk kenyamanan para penghuninya. Pembangunan setiap bangunannya dirancang menghadap Utara/Selatan untuk menghindari panas langsung dari matahari serta menyediakan sirkulasi udara silang sehingga mengurangi penggunaan listrik dan AC. 

Jalanan utama Bulevard akan didesain menggunakan pohon yang membentuk kanopi yang memberikan efek bayangan bagi pejalan kaki, landscaping berlapis, bioswale untuk managemen air hujan, menahan air hujan dan mempercepat penyerapan air ke dalam tanah memberikan iklim mikro yang nyaman. Jalanan kluster dirancang khusus sehingga menyediakan efek  mendinginkan secara pasif dan menciptakan aliran angin lokal. 
SAVASA juga menggunakan desain konsep energi matahari (solar) yang tersentralisasi untuk menerangi jalanan menggunakan lampu LED dan fasilitas umum. 



2. Smart Security
Menggunakan system keamanan berlapis yang memberikan kepastian keamanan kepada penghuninya. Sistem 1 gerbang (one gate system) dimana sekeliling dinding perimeter dimonitor dan diawasi oleh CCTV dan sensor infrared untuk menghindari adanya penyusup dari luar. Setiap rumah dilengkapi dengan Panasonic Home Network System menjadikan rumah menjadi tempat yang lebih aman untuk penghuninya. 

Foto : brosur



3. Smart Home
Teknologi yang ditawarkan SAVASA lebih dari sekedar teman akrab yang memberikan kenyamanan, fungsional dan keamanan maksimal.  Tipe rumah yang ditawarkan adalah Tipe A dan Tipe B. Tipe A dengan luas tanah 66m persegi (6x11) dengan luas bangunan 64 meter persegi dengan 2 kamar tidur. Sedangkan tipe B dengan luas tanah 84 (7x12) meter persegi dan luas bangunan 80 meter persegi. 
Bangunan rumah dibangun menggunakan teknologi Wall Precast Concrete yang mempercepat masa pembangunan minimum 3 bulan, kualitas yang konsisten dan akurat serta lebih kuat dan tahan gempa. 
Setiap rumah juga dilengkapi Puretech, yaitu system penyaringan udara dari luar dan mengeluarkan udara dari dalam rumah karena akivitas memasak atau merokok. System ini menjamin kualitas udara di dalam rumah. 
Hunian ditawarkan mulai harga 970 jutaan dengan NUP 5 juta. Benar-benar diluar dugaan, karena ketika menyimak semua kelebihan dan teknologi yang disematkan di setiap unitnya, saya memperkirakan harganya mulai dari 2 Milyar. 


Foto : brosur

   
4. Smart Community
Untuk mendukung kehidupan yang berkelanjutan dan berkesinambungan, SAVASA menyediakan pusat aktivitas penghuni seperti Delivery Drop Box, Parkir Sepeda, Laundry Coin, Minimarket, Daycare Centre, Cuci Mobil, Kantin/Kedai Kopi. SAVASA juga bekerjasama dengan Bekasi Berkebun untuk menumbuhkan kebiasaan menanam bagi para penghuninya. SAVASA memanjakan calon penghuninya dengan meminimalisir beban penghuni untuk semua fasilitas yang ditawarkan dengan sentralisasi keamanan di Gate Utama dan Sentral Aktivitas warga di satu tempat BUKAN di setiap kluster. Beban penghuni untuk biaya pemeliharaan antara lain biaya pemeliharaan keamanan (jumlah security yang bertugas dsb) dan pemeliharaan fasilitas.

Kesan-kesan saya seharian di Kota Deltamas : Kota Deltamas adalah kota yang modern berbasis industry namun tetap hijau dan terjangkau baik dari segi jarak maupun signal telekomunikasi. Saya senang sekali, sinyal provider telekomunikasi semuanya bagus dan tidak mengalami kendala. Hal itu penting sebagai salah satu indikator bahwa semua provider telekomunikasi mendukung kemajuan kota Deltamas. Harapan saya untuk SAVASA, semoga SAVASA bisa menjadi contoh dan inspirasi untuk pengembang lainnya untuk menciptakan hunian yang pintar untuk skala kota, penghuni hingga komunitas. 
Sukses selalu untuk SAVASA dan terimakasih sudah mengundang saya untuk hadir di acara ini. 

Dari kiri atas searah jarum jam. Foto : pribadi, foto : Hendra, foto : Chris, foto : pribadi


Temukan SAVASA di :
Web : Savasa.id
Instagram : @Savasa.deltamas
Facebook : Savasa.deltamas
Youtube : SAVASA Deltamas (https://www.youtube.com/channel/UCjHxxypOspTEFD0NpiA4ULw) 

Tuesday, July 24, 2018

Staycation Hemat? Pakai Airy Rooms Aja Biar Ga Kecewa


Aloha!
Apakabar?
Semoga sehat selalu jiwa dan raga.

Gimana lebaran dan liburannya?
Cukup untuk kembali fresh untuk beraktivitas rutin?

Kalau saya, lumayan padat merayap acara sejak dari kelar lebaran. Lebaran usai, daftar list sanak saudara yang harus dikunjungi kok banyak banget ya.
Saya H-4 sudah mudik dong. Bangga mudik ke Bekasi dari Jonggol. HAHAHAHA.
Baru balik lagi ke rumah seminggu kemudian.

Itupun balik ke rumah, si eyang dan tante ikut serta nginep di rumah. Blom puas kayanya, untel-untelan sama cucunya.
Passss banget ada si eyang yang jago masak, adiknya eyang datang berkunjung ke rumah sekalian makan siang bersama, meninjau rumah kami yang baru ditempati sejak awal Maret lalu.

Ya kalo mau berkunjung, silahkan. Tapi memang saya dan suami belum resmi open house. Lantaran renopnya belum selesai, dan nampak 1 bidang tembok ruang tengah yang masih plesteran. Nawaitunya sih mau open house kalo renopnya sudah selesai, nyatanya kitanya harus membangun bukit uang dulu untuk lanjut renop. *curhat.
Hahaha.

Lalu wiken berikutnya, sepupu mau berkunjung juga, katanya. Otomatis tuan rumah mengosongkan jadwal untuk kunjungan sepupu. Eh pas jam 12 siang sepupu ngabarin ga bisa dateng.
Kuingin berkata kasar, "KASAR"
hahaha.

Minggu depannya, yaitu tanggal 14 kemarin juga sebenernya bentrok dengan acara kakak ipar di rumahnya. Hanya saja, acaranya malem dan agak riweuh sama bocah kalo acaranya malem. Secara, itu jam tidur mereka.
Tapi, di rumah eyang kok rasanya sumpek, tapi pengen keluar, tapi kemana?

Lalu kepikiran staycation ajalah. Bobo syantik di hotel yang on budget (terjangkau) tapi tetap dalam standard nyaman.

Sejak saya tahu ada Airy, kalo keingetan mau staycation atau nginep-nginep dimana gitu, pasti langsung cek aplikasinya Airy.
Penginapannya sesuai budget tapi tetap nyaman dan eksis (emak jaman now butuh wifi untuk eksis XD).

Tips staycation ala saya, emak rempong anak 2 dan ga punya kendaraan pribadi pula. 

1. Lokasi ga perlu terlalu jauh. 

Kalo saya sih ga perlu sampe jauh-jauh ke Lombok. Saya butuh penginapan hotel yang on budget, kalau tempatnya jauh, otomatis ongkosnya juga besar. Jangan sampe ongkosnya lebih besar daripada biaya menginap semalam.
Posisi kemarin di Bekasi (lagi mudik), saya pilih lokasi staycation di Bekasi juga. Hahahaha.
Cemen? Ya kagalah, semua kan ada perhitungannya. Makin jauh, makin puyeng mikirin tempat momongnya. Udah bete dan cape duluan sebelum liburan singkat dimulai.

2. Pilih hotel yang berfasilitas rekreasi.

Kalo saya, setelah pilih lokasi, masukin tanggal dan berapa lama menginap, pasti langsung saya filter yang ada kolam renangnya. Iyes, minimal bocah bisa happy ada kolam renang. Meski bawaan jadi lebih banyak lantaran bawa baju renang, ban renang dan pompanya.

3. Sebisa mungkin cari yang sudah termasuk sarapan.

Jarang sih emang. Kebanyakan hanya jual sewa kamar. Tapi ada juga kok yang jual kamar+breakfast. Sarapan itu remeh tapi something gitu. Bayangin aja pagi-pagi perut keroncongan harus keluar kamar demi nyari makanan. Ga semua orang adalah MORNING PERSON yang langsung ON dan langsung ngumpul nyawanya dan siap cari sarapan. Apalagi punya anak kecil. Pagi-pagi udah panjang aja list things to do nya. Selesai urusan krucil eh penjual sarapan udah siap-siap mau tutup. Dagangannya habis. Lalu perut keroncongan sampai waktu check out tiba dan akhirnya sarapan dibarengin makan siang, jadi Brunch.

4. Ga dapet sarapan? Bawa bekal aja.

I did it. Sebelum check-in saya udah masak nasi banyak, untuk kira-kira makan siang di hotel dan makan malem kalo malemnya tetiba mager melanda. Selain nasi, saya goreng frozen food seperti nugget, katsu, fried fries dan semacamnya. Utamanya sih buat bocah, kalo dewasa kan makannya agak tertunda gak papa. Kalau anak-anak saya, sudah saya biasakan jam 12-1 siang waktunya makan siang. Harus makan, meski dalam perjalanan.  Karena biasanya setelah mereka kenyang, mereka istirahat bobo siang.
Kemarin saya juga pesan lauk saja via goshop untuk menu makan malam. Ayam Kalasan enak dan murah di sekitar BCP.
Jangan lupa bawa bekal air mineral, karena biasanya hanya disediakan 2 botol air mineral 330ml untuk jatah 2 orang.  Saya sehari bisa habis 4liter minum sendiri. Selisihnya? Biasanya saya bawa bekal air mineral yang 1,5L beberapa botol atau air mineral gelas 1 kardus. Hahahaha. Beli aja di warung terdekat sebelum berangkat, karena belum tentu hotel tujuan deket sama minimarket yang harganya standard.

5. Lihat review pengguna lain.

Memang sih kadang yang ditampilin cuma review yang bagus-bagus aja, tapi kadang ada kata kunci ditengah-tengah review bagus yang dibuat orang-orang. Seperti ini,


Artinya ya mungkin kamar mandinya agak sedikit trouble tapi ga begitu mayor banget troublenya.
Yah tiada gading yang tak retak, begitu juga hotel :P.

6. Harga yang ditawarkan masih kurang murah?

Sini-sini saya bisikin cara dapet potongan harga lagi.

Ada voucher potongan harga di promo aplikasi Airy, atau..
Cek akun Gojek, ada tukar poin Gojek dengan voucher Airy loh...
Atauuu coba ubek-ubek email gmail, siapa tahu Google Local Guide memberikan voucher Airy sebagai kompliment atas kontribusi kamu. Mayan 150rb!!!



Pengalaman menginap menggunakan Airy tanggal 14 Juli.


Tadinya sih mau di Airy Joyomartono KM 16 Tambun Selatan, tapi di detik terakhir menjelang jam check-in, Airy Joyomartono full booked :(.

Akhirnya saya reservasi di Airy Cikarang Jababeka Niaga Raya Blok CC 2 Bekasi. Lokasinya gampang banget ditemukan, ga jauh dari Mc. Donalds dan Favehotel.



Parkiran bersih dan luas yang dihiasi dengan pohon ketapang.

Di frontdesk agak ngantri, karena ternyata banyak peminatnya untuk registrasi check-in. Setiap kamar dimintai deposit sebesar 50 ribu (tunai) untuk jaminan kartu kunci kamar. Bisa nambah untuk breakfast dengan harga 35ribu/pax tanpa pengecualian umur dan bisa dibayarkan pada pagi harinya di frontdesk hotel bukan di frontdesk restonya. Jika membayar di frontdesk Resto, perpax nya 50ribu belum termasuk pajak-pajak. Restorannya sebelahan dengan frontdesk hotel. Dan kolam renang terletak di sebelah luar Restorannya.



Hotel ini punya fasilitas trolly barang, jadi kalo bawaannya banyak dan rempong seperti saya, bisa banget menggunakan fasilitas ini, dibantu pihak hotel tentunya.
Ada lift dan tangga. Jarak tiap lantainya tidak terlalu jauh, naik tanggapun ga ngos-ngos-an banget.

Saya reservasi 2 kamar karena mengajak serta eyang dan tante (panggilan anak-anak untuk mertua dan adek ipar saya).
Eyang dan tante di kamar Superior Twin, sementara saya, suami dan anak-anak di kamar Superior Double. Yang ternyata berbeda lantai. Kamar Twin di lantai 3, kamar Double di lantai 2.

Untuk akses masuk kamar, kartu cukup didekatkan sesaat ke handle pintu sampai terdengar lagu pendek dan pintu terbuka, lalu kartu diletakkan di tempat sensor pengatur listrik.
Interiornya bagus dan space saving banget.

Kamar Superior Double

Kamar Superior Twin

Jaminan kenyamanan Airy :

  • Wifi gratis (dan cepat)
  • TV layar datar (LCD dan beberapa chanel dari TV kabel dan TV lokal)
  • Perlengkapan mandi
  • Hot shower
  • AC
  • Tempat tidur bersih
  • Air minum (2 botol air mineral @330ml bersama snack penyambutan)
  • CS 24jam


Semua terpenuhi.
Ditambah pihak hotel menyediakan kettle listrik, kopi, teh, gula, krimer siap seduh. Juga 2 set cangkir beserta sendoknya.

Kamar superior ini dilengkapi dengan karpet, kulkas mini, couch dan stool. Kamar mandi shower, wastafel, dan WC jongkok American standard.
Tiap kamar memiliki balkon namun pintu balkon tidak dapat diakses untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tersedia menu makanan Restoran, layanan pijat, kalender dan daftar channel TV.

Kolam renang bebas digunakan tamu.



Sejauh ini, saya cukup puas dengan hotel Airy dan tidak pernah kecewa dengan Airy Rooms walau sudah pakai berkali-kali.
Merekomendasikan pakai Airy ke orang lain? Pasti lah.

Ini saya merekomendasikan Airy ke Eyang dan tante saat mereka plesir ke Makasar beberapa minggu silam.


Ayoolahh staycation on budget pake Airy. Ga nyesel deh.

Sunday, July 8, 2018

Gadget Khusus Untuk Anak, Perlukah?



Aloha!

Apakabar?
Semoga sehat selalu ya.
Duo A lagi batuk pilek ditambah si cantik lagi toilet training, jadi bentar2 pel lantai.

Hmmm ngomongin apa ya?
Oiya, tentang bocah yang terkenal karena salah satu aplikasi di handphone. Hm... menghela nafas panjang.

Sebagai seorang ibu, pastilah mau yang terbaik untuk anaknya. Berkaca dari kasusnya si bocah itu, sebisa mungkin saya membatasi akses penggunaan internet kepada anak-anak saya.
Ah itu teori.
Iya teori, tapi saya lihat contoh anak yang dengan bebas mengakses internet sepanjang hari kerjaannya cuma gegoleran aja di kasur, duduk males2an di kursi dan SEPANJANG HARI PEGANG HP. Kemana2 yang dipegang HP dan powerbank. Begitu ketemu tempat, yang dicari colokan lalu tatapan kembali ke HP, ga peduli sekitar. Lagi dimana, dengan siapa.
Dan saya ga mau anak saya seperti itu.
Ortunya dimana? Ada. Tapi ga mau bersinggungan dengan internet.
Lalu anaknya mengakses internet di bawah pengawasan siapa?
Depkominfo, maybe?!
Menurut ngana?

Saya pengguna internet yang juga nyambi buzzer dan influencer di beberapa media sosial. Saya adalah orangtua yang berprinsip sebelum anak2 tau, saya harus seribu langkah di depan mereka.
Sebelum anak2 pegang gadgetnya sendiri, mereka harus tau etika, norma dan policynya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan yang akan ditemukan di search engine beribu tahun mendatang.

Tapi, anak jaman now, kayanya ga bisa lepas secara ideal dari HP dan internet, ditambah anak-anak kan ya gimana orangtuanya. Orangtuanya rajin pegang HP, ya bisa ditebak gimana anaknya. Minimal main game offline atau game yang harus terkoneksi dengan internet. Atau sekedar menonton video pengenalan warna di youtube.

Saya membatasi akses internet untuk anak-anak saya. Internet hanya bisa diakses melalui HP saya dan suami.
Si ganteng biasanya minjem HP saya untuk main Talking Tom, Talking Hank, Bus Simulator, Moy, Lego. Kadang iseng mainin Jewel King favorit saya atau main boomerang. Dalam kondisi offline.

Si cantik biasa pinjem hp Samsung papanya untuk nonton Upin Ipin di youtube lalu merambah ke channel video pengenalan warna dengan karakter yang familiar seperti Tayo, PJMask, Frozen. Kadang kalau saya tahu video favoritnya, biasanya saya download di HP saya untuk bisa ditonton offline dan hemat kuota karena saya dan suami masih menggunakan kuota paket data operator seluler yang seharga belanja mingguan di pasar.
That's it.

Yang artinya, dari segi perangkat dan akses sudah kami -ortunya- batasi. Dan semua baik-baik saja sampai misalnya anak-anak ketemu om tantenya yang beranjak remaja....
Yang di HPnya punya banyak aplikasi dengan banyak filter camera dan fiturnya.
Si ganteng tetiba minta didownload in aplikasi itu juga supaya bisa seperti tante/om nya. Ya seperti instagram itu kan, untuk bisa muka ada awan trus bulan bintang matahari itu kan harus connect ke internet. Salah2 pencet, dia bisa liat apa yang ada di 'explore' yang ga sesuai umurnya.

Atau tetiba si cantik kalo nginep di tempat lain (sayanya sih udah pasti ikut nginep), supaya anteng ga berisik dan bisa ditinggal masak, beberes, dll dikasi main hp sama tuan rumah yang banyak games. Dari mulai solitaire sampai indian bride. Begitu itu HP mau dipake sama empunya dan si cantik tetep kekeuh mau main itu, salah satu solusi yang ga win win solution adalah si cantik main game itu di HP saya, yang artinya saya juga harus download game tersebut.
Ga win win solution sih menurut saya. Ya yang pertama kali menawarkan opsi bermain hp supaya anteng tersebut harusnya ya 'bertanggungjawab' atas konsekuensi jika opsi tersebut hilang. Bukannya ngelempar opsi itu ke saya, karena saya ga pernah membiasakan supaya anak anteng ya dikasi hp.

See? Seideal2nya kita membendung, ternyata lingkungan luar kadang ga sejalan. Makanya saya lebih suka mengurung anak saya di dalam rumah untuk ngeberantakin rumah yang secuil yang gampang diberesin lagi. Main sih keluar rumah, pas udah sore mendekati maghrib. Hahaha, supaya mainnya ga kelamaan.

Kadang kesel saat saya lagi kerja ketak-ketik di handphone lalu si cantik/si ganteng minta pinjem untuk main game. Mana HP batrenya gitu, sehari bisa 3x charge. Sekalinya batrenya penuh, dipinjem main game, balik lagi ke saya, kosong. Charge lagi. Penuh, dipinjem lagi sampe abis. Repeat. Ahahaha.
Tapi ya itu tadi, ini sebagai bentuk pembatasan akses internet, dimana dengan HP saya, saya tau apa saja yang ada di dalamnya.

Mau beliin gadget untuk mereka juga mikir. Belum saatnya mereka punya. Lagian, buat makan aja susah kok beli gadget baru, buat anak-anak pula yang belum tentu bisa menghasilkan duit untuk bayar balik cicilannya. Hahahaha.

Punya gadget khusus untuk si anak, berarti :
1. Harus siap kuota data. Misal tetiba si anak minta didownload video favoritnya : minimal beli paket data atau pasang wifi di rumah. BERAPA BULANANNYA? Start 300rb. Plis nak, Itu buat belanja berminggu2.

2. Harus siap mendampingi. Apapun itu sih. Ya main di luar rumah, main di dalam rumah, semuanya harus dalam pengawasan. Apalagi, main di dunia maya yang ga berbatas dan netizen yang kejam.
Saya sih ga mau 24 jam mantengin bocah nonton apa setiap jam setiap waktu. Macem saya budak internet aja yang terus2an cuma internet, internet dan internet aja hidup ini.

3. Harus siap ngomong tanpa eye contact karena anaknya sibuk sama HP dan ga bisa lepas dari HP.
No. No. No.
Sayanya ga siap gemes sama anak sendiri yang kecanduan hp.

Ibu-ibu di luar sana yang memberikan gadget khusus untuk anaknya, jangan tersinggung ya. Tiap orang punya gaya parenting dan pandangannya masing2. Memang ga bisa disamaratakan. Tapi kalau untuk anak saya, ya seperti yang saya bilang tadi, di atas.

Yayayaya saya memang ortu old-fashioned yang suka anak-anaknya main panci wajan. Karena yang terlalu kekinian memang susah dibendung.
Ada yang punya pendapat lain?