Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Saturday, November 23, 2019

Tempat Wisata Alam Sekitar Danau Toba



Aloha.
Apakabar?
Semoga sehat selalu ya.
Kita cerita-cerita plesiran lagi ya.

Saya ingat beberapa tahun Lalu, waktu saya masih kerja, nyaris 1 dasawarsa lalu, Salah satu teman satu Tim saya di Kantor, menikah. Alhamdulillah kan.

Yes, saya ikut berbahagia Dan bersemangat untuk menghadiri pernikahannya kala itu.
Tapi mak, dia menikah adat di kampung halamannya, Sumatera Utara, yang Mana untuk sampai kesana harus pake pesawat. Bisa Sih pake jalan darat, tapi saya cuti seminggu Dan pulang pinggang patah-patah. Hahahaha. Yang nikah siapa, yang cuti seminggu siapa.
Yang nikah aja cuma dapet hak cuti 3 Hari, sisanya ambil cuti tahunan. Pun, gaji sebulan untuk pesawat Dan akomodasi kayanya minus. Huahahaha.

Akhirnya, merekapun menikah Dan Kita teman-teman 1 timnya hanya memantau lewat Facebook di hp, yang Mana saat itu web Facebook diblokir Kantor Dan dibuka blokirannya sebagai penghibur Hari yang Luka saat gajian mundur dari tanggalnya. Hahahaha.

Cantiknya temen saya si pengantin wanita sebagai ratu sehari. Senang banget dan aura cantiknya keluar. Seperti tidak berbeban, apalagi seperti yang pernah viral mikirin uang ini itu untuk pernikahan adat.

Lalu dia posting tentang bulan madunya di sekitar danau Toba.
Widihhh serunya.
Beberapa tempat wisata sekitar Danau Toba yang dikunjungi antara lain :

1. Pusat TB Silalahi (Museum Balige)
Berlokasi tak jauh dari makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja, kita berjalan kaki k museum. Museum ini banyak memaparkan tentang asal usul suku batak, lengkap  dengan benda kuno adat Batak, peralatan perang, tenun adat,  pakaian dari sub etnis suku batak. Terdapat juga ruang kerja sampai koleksi buku dari TB Silalahi.
Meskipun museum, yang paling menarik adalah pemandangan danau Toba yang indah.
Oiya, jangan lupa bawa cemilan supaya ga garing saat berkeliling museum.

2. Puncak Huta Ginyang
Mau menikmati Danau Toba dari atas, berarti wajib banget ke Puncak Huta Ginyang. Ga jauh kok dari Bandara internasional Silangit. Murah meriah untuk spot foto yang instagramable karena tidak dipungut biaya. 

3. Pantai Lumban Bul bul
Pantai itu idealnya berbatasan dengan laut. Tapi pantai ini beda Dan spesial, karena berbatasan dengan Danau (air tawar). Air pantainya bersih Dan jernih.
Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota Balige. Pantai ini spesial karena pantainya di danau (air tawar). Pantainya cukup bersih dan airnya jernih.

Di pantai ini bisa menikmati Banana Boat. Banyak penjual makanan dan suvenir. Tapi sebagai turis, sebelum pesan makam Tanya dulu ya harganya daripada Nanti syok ketika bayar makanan.

4. Taman sipinsur
Taman Sipinsur ini adalah hutan pinus mini dan beberapa warung untuk fasilitas pengunjung. Tiada harga tiket masuk secara resmi, namun dikoordinir warga setempat untuk menjaga parkir wisatawan dan kita bisa membayar seikhlasnya.

Di Taman ini banyak tempat bermain anak sehingga cocok untuk wisata dengan keluarga. Ga usah kuatir dengan makanan karena tersedia warung-warung yang menjual makanan dan minuman


5. Batikta
Bagi yang suka shopping untuk beli oleh-oleh bisa loh ke sini. Di sini menjual  pakaian jadi dan bahan pakaian bermotif ukriran dan ulos Batak Tob serta ada juga galeri yang menyediakan ulos untuk pakaian adat.

Sembari membayangkan tempat wisata tadi, ternyata gampang banget kesana. Jaman sekarang semua serba pake HP, pergi kemana-mana pake OTA aja. Saya coba pake aplikasi OTA berwarna orange, Pegipegi.

Gampang banget sekaligus praktis.

Pertama, install aplikasi Pegipegi lalu bikin akunnya. Sekaligus isi data penumpang, supaya Nanti tinggal klik klik aja pas milih penerbangan.

Kedua, cermati promo yang ada di bagian atas. Banyaaaakkk promonya di semua kategori. Jangan lupa baca S&K nya ya.

Ketiga, untuk ke Danau Toba kita harus mendarat di Bandara Silangit (dahulu namanya Bandara Sisingamangaraja). Cari deh tiket Jakarta Silangit.
Nih saya udah coba.





Gampang kan? Ayo lah Kita wujudkan plesiran ke Danau Toba. Impian anti ribet cepet terwujud pakai Pegipegi.

Kuy gaes.

Foto: shellyfransiska, rovindasinarmata, novalentina9802, choegaming
Wednesday, November 13, 2019

Tempat Wisata yang Cocok untuk Nongkrong Malam Hari di Bogor


Akuratu.com - tempat wisata malam bogor

Aloha!

Apakabar?
Semoga sehat selalu.

Mau plesir kemana kita?
Bogor? Lets go...

Udara sejuk kota Bogor yang begitu khas memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung ke kota ini. Bogor juga kota yang tak pernah mati dan masih ramai meskipun sudah malam hari. Tempat wisata Bogor pun semakin beragam dan banyak pilihannya baik untuk wisata ketika siang hari maupun malam hari.

Buat kamu yang suka nongkrong dan bingung mau menghabiskan malam di mana ketika di Bogor, kota ini menghadirkan berbagai pilihan yang menarik. Tempat wisata malam hari di Bogor berikut ini dijamin akan membuat malammu semakin berwarna.




Jembatan Merah

Layaknya tempat wisata tentu tidak lepas dari kuliner-kuliner yang menarik. Jembatan Merah sudah ada sejak tahun 1881 dan merupakan street food yang menyajikan berbagai pilihan kuliner yang enak dan lezat. Di sini juga terdapat kawasan pasar tertua di Bogor yang disebut Pasar Devris.
Berbagai jenis kuliner dijajakan di sepanjang 50 sampai 100 meter Jalan Veteran ini. Mulai dari bubur ayam, nasi uduk, lontong sayur, angkringan, gorengan, martabak, sate, doclang, dan masih banyak lagi. Ketika malam tiba, tempat yang siangnya terlihat biasa ini seperti disulap menjadi pusat nongkrong ketika malam hari di Bogor.
Harga-harga makanan yang dijual bervariasi tergantung dari jenis makanan yang dijual. Bahkan satu jenis kuliner bisa dijual oleh 4 sampai 5 pedagang, namun dengan posisi yang selang-seling agar persaingan dagang tetap sehat. Jika kamu baru turun dari Stasiun Bogor, jangan lupa langsung mampir ke sini karena lokasinya hanya berjarak 200 meter saja atau lebih tepatnya berada di Jalan Veteran No.31, Bogor.


Pasar Ah Poong

Tempat nongkrong di Bogor yang berada di kawasan Sentul ini sangat asyik untuk dikunjungi bersama teman-teman maupun keluarga. Ah Poong dikenal sebagai pusat kuliner terbesar di Bogor dengan 80 sajian kuliner nusantara yang khas.
Menikmati kuliner di sini akan memberikan sensasi yang berbeda karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Cikeas. Selain kuliner yang tersedia di kedai-kedai layaknya food court, tempat ini juga cukup unik karena terdapat danau buatan yang bisa dikelilingi menggunakan perahu.
Untuk bisa sampai ke lokasi Pasar Ah Poong kamu harus melewati jembatan gantung dan pengalaman berbeda pun akan kamu rasakan. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB – 22.00 WIB pada hari Senin – Jumat dan pukul 07.00 WIB – 22.00 WIB pada hari Sabtu – Minggu.


Taman Kencana

Taman Kencana sudah sejak lama dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda di Bogor. Kini tempat ini pun cukup digemari karena selain memiliki beragam pilihan kuliner khas dan populer, terdapat beberapa spot selfie yang menarik.
Suasana di taman ini semakin ramai dan indah ketika lampu-lampu taman mulai dinyalakan. Beberapa kuliner khas yang ada di sini seperti macaroni panggang, lasagna gulung, cupcake, pie apple pie, dan masih banyak lagi. Selain menjadi salah satu pusat kuliner di Bogor, Taman Kencana juga memiliki nilai sejarah yang menarik. Corak bangunan yang ada di sekitar taman ini pun masih bercorak kolonial.
Kamu bisa mencicipi beraneka kuliner di Taman Kencana ini setiap hari selama 24 jam. Tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat nongkrong bersama anak-anak dan keluarga karena terdapat beberapa fasilitas permainan yang menarik. Jika kamu tertarik, kamu bisa mengunjungi tempat wisata yang berada di Babakan, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat ini.

Ada saatnya wisata ingin dilakukan pada malam hari, jika kamu sedang berada di Bogor, tempat-tempat tersebut bisa menjadi destinasi pilihan yang tepat. Selain berwisata dan menikmati fasilitas serta pemandangan yang ada, kamu juga bisa mencicipi beragam kuliner yang enak di tempat wisata Bogor tersebut.
Wednesday, July 31, 2019

Pengalaman Jerawat Meradang, Seandainya Dulu Ada Skincare Organik!


Aloha!

Apakabar semua?
Semoga dalam keadaan sehat di musim kemarau ini.
Panasnya cetar. 

Lama tak jumpo ya. Iya, maap ritme berubah lagi. Dari influencer, jadi broker, jadi macan ternak (Mamak Cantik Antar Jemput Anak). Nantilah saya cerita di post lain mengenai masa transisi ini. 

Beberapa hari lalu, ada jerawat di tulang hidung di bawah mata, karena posisinya di atas tulang, jadi jendolannya/benjolannya terlihat nyata. Ya kayanya sih hormon menjelang menstruasi. Eh bulan ini saya blom mens toh *panik. 

Sebenernya saya sih ga masalah sama jerawat yang bisa dibilang gini doang. Saya pernah ngalamin yang lebih parah waktu jaman SMA. Coba itu, jaman seru-serunya, eh jerawatan penuh semuka, merahnya mateng pula. 

Saya masih inget masa-masa itu. Dibilang kelam sih engga, cuma krisis PEDE aja dan ga laku. huahahahaha. 
Dulu sebenernya sih jerawatan, hanya normal. Ya jerawat warisan gen, dimana mama papa saya dulu cerita kalo mukanya penuh sama jerawat. Ya kalo ternyata gen itu diturunkan, mau bilang apa? Diperparah dengan saya ga ngerti gimana cara ngerawat wajah. Ya kalo abis kemana-mana, trus ngerasa muka kotor ya berarti harus dicuci/basuh aja sama air. 
Malahan sodara pada bilang, "obat jerawat itu cuma air wudhu"

MAKSUD NGANA GUA SHOLATNYA TAYAMUM GITU???? 
Atau maksud ngana, alih-alih ngasi tau obat jerawat yang ampuh, ngana mau nyinyir kalo torang ga pernah sholat?
Ga nyambung. 

Kata primadona SMA yang juga temen SMP, dia bilang obatnya ya ke dokter kulit, ntar dikasi krim blablabla, lalu muka jadi kinclong. 
Sarannya pernah saya coba. Namun, dokter kulit mintanya saya balik ke dia 2 minggu sekali, dimana sekali konsul 300rb jaman tahun 90an akhir. Ya mahal lah karena papa saya ga gajian tiap hari, apalagi 2 minggu sekali saldo langsung full tapi tiap bulan yang jumlahnya ga setara dengan beberapa kali konsul ke dokter kulit. 

Trus? Ya saya mah santai aja. Hahahaha.  Sampai akhirnya meradang merah-merah. 
Ya abisan mau diapain? Saya juga ga ngerti. Mungkin ada produk yang komposisinya merupakan alergen (yang menyebabkan alergi) kemudian memperparah. 
Jaman dulu, mana ngerti ada skincare organic
Emang ada?

Udah yang paling bener ya obat racikan dokter karena dia ngerti formula blablabla, yang sudah pasti semuanya chemical.  Ya HANYA, mahal dan adiktif. Begitu kita lepas obat dokter, muka rusak lagi. 

Ya balik lagi sih kalo menurut saya, kita mau menjalani proses jerawat adalah genetik ya silahkan dijalani. Karena pada akhirnya, semua ada masanya. 
Tapi jaman now mah, kalo jerawat satu aja, mau genetik/hormonal, kok kayanya mengganggu sekali di depan kamera untuk sekedar selfie atau bikin vlog. Hahahaha.

Lalu, beberapa hari lalu, salah seorang teman ngasih tau saya tentang skincare organic Skin Dewi.
Tadinya mah menurut saya, ah paling sama seperti brand lain yang katanya organik tapi yang dipakai bahan-bahan kimia.

Iseng-iseng saya lihat webnya skindewi.com 
Ternyata skincare ini lahir karena kepedulian seorang ibu (Dewi Kauw) atas kondisi anak keduanya karena alergi dan dermatitis atropik. Kesulitannya mencari produk perawatan untuk kulit sensitif dan penolakannya terhadap produk steroid yang hampir selalu diresepkan dokter, mendorong beliau mencari cara untuk produk perawatan yang aman, alami dan organik untuk anaknya. 

Kemudian beliau memutuskan untuk mempelajari bagaimana membuat formulasi untuk produk yang diinginkan dan mengambil pendidikan spesialisasi yang berhubungan dengan produk organik sehingga menghasilkan produk skincare Skin Dewi berdasarkan pendekatan metode penelitian dan sains. 

Skin Dewi tidak hanya menyediakan produk skincare, namun juga menyediakan jasa edukasi (workshop), solusi (konsultasi pribadi ataupun diskusi mengenai formulasi produk), dan eksplorasi (DIY menggunakan bahan alami berkualitas).

Mungkin kalo aja dulu brand ini sudah ada, saya bisa cicip-cicip dikit. 
Namanya skincare, pasti harus ada jaminan dong. Nah produk skincare skin dewi ini sudah ber BPOM dan dalam proses sertifikasi Halal MUI. 

Oiya, yang bermasalah jerawat ada produk rekomendasi loh (saya lihat berdasarkan testimonialnya), produk Clear Up Kit  for Oily skin (Mini Size) hanya 350 ribu saja yang terdiri dari : 
Hazelnut Cleansing Milk
Calendula soothing gel
Temulawak balancing facial emulsion



Untuk mini size, menurut saya sih harganya cukup worthed. Ini Organik loh.
Selain webnya, Skin Dewi juga mudah diakses melalui sosial medianya kalo masih ada pertanyaan mengganjal tentang Skin dewi ini.

Seandainya produk skincare organik ini ada lebih awal, mungkin jerawat saya akan teratasi lebih cepat. 
Ada yang punya pengalaman sama?

Gambar dari Skin Dewi.