Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Sunday, July 25, 2021

Andini Ikut Petualangan Ke Planet Mochi

 


Aloha!


Apakabar semuanya? Semoga sehat selalu. Yg dalam keadaan sakit ataupun dalam masa isoman, semoga segera pulih kembali.


Ga terasa sudah akhir bulan Juli, bulan yang dinanti-nanti anak-anak untuk kembali sekolah. Sekolah yang dimaksud adalah sekolah tatap muka, bukan sekolah daring.

Ternyata harapan tinggal harapan, muncullah PPKM. 


Ekspektasi anak untuk sekolah adalah ke sekolah secara normal bertemu dengan Ibu Guru dan teman-teman. 


Karena ada PPKM, Andini yang tahun ini akan berusia genap 5 tahun dan rencananya masuk TK A, pupus harapan untuk sekolah tatap muka, padahal setiap hari pertanyaannya adalah, "ma, kapan Andini pergi ke sekolah?" 

Sabar ya nak, kita doakan pandemi segera berlalu. 


Tahun ini, tahun kedua melakukan sekolah daring. Tahun lalu saya yakin semua pihak yaitu anak, orangtua, guru bahkan sekolah meraba-raba peralihan pendidikan ke pendidikan daring. Tahun ini saya harapkan pendidikan bisa berlangsung lebih mudah meski saya sudah kehabisan akal untuk menyibukkan anak di dalam rumah. 


Tetiba lewat di linimasa Instagram saya tentang Event PaddlePop MainYuk yang diadakan tanggal 3, 10 Dan 17 Juli. Event ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom. Saya mendaftar untuk event tanggal 17 Juli 2021 melalui akun Instagram @paddlepop.idn, klik link yang ada di bio kemudian terhubung ke akun paddlepop di WhatsApp. Ikuti langkah-langkahnya untuk mendapatkan kode akses zoom pada tanggal 17 Juli 2021. 

Sebenarnya pendaftaran ini juga untuk mendapatkan perlengkapan bermain untuk kegiatan tanggal tersebut. Namun sayang, saya kehabisan kotak bermainnya. 




Dari pendaftaran melalui akun WhatsApp tersebut juga dilampirkan file pdf berupa keterangan alat dan bahan permainan yang bisa kita sediakan sendiri. 

Jadi, jangan berkecil hati kalau tidak mendapatkan kotak permainannya, tetap bisa ikut bermain bersama selama zoom berlangsung kok. Kalau ga bisa masuk zoom kita masih bisa menyimaknya di akun YouTube PaddlePop.


Sebenarnya saya agak deg-deg an menjelang zoom, karena Andini antusiasnya kegiatan tatap muka, baru pertama kali mengikuti kegiatan daring seperti ini. Kuatir bosan lalu kabur dan tidak mau mengikuti keseluruhan acara, ya namanya anak-anak kan sering  moody.  


Pada tanggal 17 Juli 2021, Andini sudah rapih jali dan sangat antusias di depan laptop sejak jam 9.45 berkali-kali bertanya, "ma, kapan mulainya? Kok ga mulai-mulai?"


Sekitar jam 10, acara LIBURAN KE PLANET MOCHI : KESERUAN LIBURAN KE PLANET JUPITER BARENG MELKI BAJAJ & BUUMI PLAYSCAPE sudah dimulai.


Acara dibuka dengan perkenalan dari Buumi Playscape dan keluarga kak Melki Bajaj, supaya tidak terlalu monoton ada juga joget PaddlePop main yuk. 


Saking senengnya, Andini semangat banget jogetnya dengan gaya improvisasi. Kemudian dilanjut dengan beberapa fakta tentang planet Jupiter. 



Acara Craft yang ditunggu-tunggu adalah Misi Membuat Moon Dough Pottery. Kegiatan ini merupakan kegiatan kerajinan bersama dan senangnya bahan-bahannya cukup mudah didapatkan. Cara pembuatannya pun seru, saking serunya sepanjang acara, Andini tetap aja berkutat mengerjakan adonan ini. Ada sedikit improvisasi untuk kegiatan ini, kita memakai cetakan playdough bentuk bawang, daging, jagung. Andini pun makin antusias karena ia mau membuat beberapa bentuk bawang, beberapa bentuk daging, beberapa bentuk jagung, selain membuat bentuk bulan sabit seperti yang dicontohkan. 



Ternyata memang misi pembuatan Moon Dough Pottery ini bertujuan melatih motorik halus, melatih kemampuan berhitung dan meningkatkan kreativitas anak. 

Betah banget Andini beraktivitas ini meremas-remas dan mencetak adonan, cukup lama fokusnya sekitar 10 menit kemudian berpindah fokus ke laptop untuk menyimak. 


Untuk anak usia dini, lamanya fokus anak terhadap sesuatu cukup menjadi perhatian. Semakin lama fokus anak, semakin siap si anak beraktivitas. Andini sudah sejak tahun lalu mulai fokus mengerjakan satu kegiatan, sementara abangnya pada umur yang sama masih sangat singkat fokusnya. Ya mungkin perbedaan durasi fokus anak juga tergantung dari jenis kelamin anak. Anak perempuan lebih cepat fokus dengan durasi lebih panjang dibanding anak laki-laki. Itu sih pengamatan saya ya, walaupun ternyata menurut teman-teman saya pun hampir berpendapat sama. 


Balik lagi ke Petualangan Ke Planet Mochi, ternyata juga ada misi yang menggunakan Ice Cream PaddlePop Mochi Chocolate Vanila. Saya dan Andini baru sempat mencoba Ice cream ini setelah acara selesai. 


Ice cream PaddlePop Mochi Chocolate Vanilla ini bisa didapatkan di minimarket terdekat. Kabarnya sih kebanyakan ada di minimarket Merah, tapi saya membelinya di minimarket biru dengan harga sekitar Rp. 3000. Memang sih PaddlePop Mochi Chocolate Vanilla ini laku keras banget apalagi sejak ada event PaddlePop MainYuk. Jadi kalau ternyata PaddlePop Mochi Chocolate Vanila ini ada di freezer walls berarti kita termasuk yang beruntung bisa mendapatkannya. 


Kesan dari PaddlePop Mochi Chocolate ini, ternyata terdiri dari 3 lapisan. Lapisan kulit mochi, ice cream vanilla, dan terdalam adalah ice cream coklat.  

Tadinya saya kira lapisan luar bakalan sama aja, yaitu ice cream atau mungkin coating coklat, tapi ternyata beneran kata mochi, kenyal dan ga keras, nikmatnya. Lapisan selanjutnya barulah ice cream vanilla dan coklat. 

Sumber : Instagram paddlepop.idn


Anyway, terimakasih PaddlePop telah menyelenggarakan event ini. Sampai akhir acara, Andini tetap semangat joged di lagu penutup. Andini sangat antusias dan sangat menikmatinya, bahkan berkata seperti ini, 

"Ma, besok kita zoom kaya gini lagi ya?"


Paddlepop MainYuk thanks for having us playing together. 



Thursday, July 1, 2021

Berhutang Bijak Dengan Tunaiku Di Masa Pandemi

 


Aloha!


Apakabar semuanya?

Semoga dalam keadaan sehat selalu. Selalu taat Prokes ya. Ya 3M ya 5M, banyak ya M nya. Hahahaha.


Memang berat ya masa pandemi ini, tahun lalu banyak yang di PHK, tahun ini Covid19 terus melonjak. 


Di kluster rumah saya aja sudah ada sekitar 8 rumah yang terkonfirmasi positif Covid19. Itu yang melapor. Bayangkan kalo sebenernya banyak yang engga melapor karena takut dengan konsekuensinya. 


Konsekuensi? Iya. Konsekuensi.

Saya yakin semua panik dengan Covid19. Yang ada di pikiran kita kalau merasakan gejala Covid19 adalah test swab antigen/PCR, Obat-obatan & vitamin, masker, hand sanitizer, desinfektan, belum lagi logistik kebutuhan harian yang tetap harus dipenuhi meski ga bisa kemana-mana. Lalu terbayang sulitnya keadaan isoman, dimana kita yang biasa mobile jadi diem di tempat, sementara banyak hal yg harus diurus. Aaaa mikirinnya aja bikin drop duluan.


Printilan-printilan selama Pandemi ini mau ga mau harus dipikirkan dan dianggarkan dalam dana darurat. Itu kata Konsultan Finansial, untuk orang-orang yang melek dana darurat. Trus kalo yang ga melek karena penghasilannya segitu-gitu aja cuma cukup untuk makan sehari-hari gimana?


Saat kita merasakan gejala Covid19, tarik nafas yang panjang. Relax dan tenang dulu.


1. Siapkan mental jika ternyata memang terpapar Covid19. Kuncinya, ikhlas. 

2. Diskusikan dengan pasangan/orang-orang yang tinggal di satu atap mengenai mitigasinya. 

3. Laporkan ke pihak lingkungan, RT/tetangga setempat. Bukan untuk minta dikasihani, namun untuk minta dibantu support terkait pemeriksaan dan pengobatan selama terpapar. 

Jangan diem-diem aja, karena menurut saya, kalo saya sebagai tetangganya, saya berhak tahu dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga agar tidak terpapar, namun juga bisa sebagai pemantau kondisi pasien. 

4. Pikirkan hal-hal yang positif untuk melewati mengenai waktu yang akan dihabiskan selama masa pengobatan ini. Ga lama kok, cuma 14hari. Sabar, ikhlas, banyak berdoa agar gejala tidak terlalu parah. 

Seperti misalnya selama sehat ga sempet bikin DIY busy book buat anak, ya bikinlah. Mumpung ada waktunya. 

5. Tetap berkomunikasi intens dengan para stalker pemantau inti. Seperti keluarga inti, pihak puskesmas, tetangga dan sahabat. 


Setelah hal-hal di atas, berhasil diatasi, baru kita pikirkan mengenai pengaturan uang. Jika ada dana darurat kayanya mah bisa langsung dialokasikan untuk vitamin, obat test swab dll. 

Nah kalau yang ga punya dana darurat?

Karena ini menyangkut kesehatan, saya menganggap hal ini adalah hal urgent yang harus dipenuhi saat ada/ketiadaan biaya. 

Dengan berat hati, saya mengatakan harus berhutang.


Berhutang? Oh tidaaakkkk. 

Berhutang bukan akhir dunia asal dilakukan dengan bijak dan cermat, apalagi menyangkut kesehatan orang. 


PINJAM UANG KEMANA?

1. Bisa ke saudara/keluarga/teman. 

Plusnya : tanpa bunga, asas kepercayaan.

Minusnya : ada yang minta jaminan, rusaknya silaturahmi jika ada wanprestasi, ada biaya tambahan 'ga enakan' berupa sejumlah uang atau barang, jadi omongan dari mulut ke mulut.


2. Ke Kantor/tempat bekerja.

Plusnya : cicilan potong gaji, karyawan tetap lebih dipercaya.

Minusnya : penahanan dokumen penting, larangan keluar dari pekerjaan sebelum hutang selesai.


3. Gadai barang. 

Plusnya : gadai sekaligus titip barang berharga seperti logam mulia, pencairan saat itu juga.

Minusnya : harus datang ke tempat gadai membawa barang yang mau digadai, tidak dihargai 100% dari barang tersebut, ada biaya titip selama belum bisa bayar.


4. Lembaga keuangan (leasing/BPR)

Plusnya : limit pinjaman besar sesuai dengan agunan

Minusnya : ada agunan dokumen berharga, datang ke tempat tersebut, bunga tinggi, proses agak lama. 


5. Aplikasi peminjaman. 

Plus : praktis, kredit online , tanpa agunan, proses cepat.

Minus : bunga tinggi, kemungkinan besar aplikasi meminta akses ke data pribadi.


APLIKASI KREDIT ONLINE TUNAIKU


Berdasarkan keadaan seandainya kita sedang isolasi mandiri (isoman), hal yang paling memungkinkan memperoleh pinjaman adalah melalui Aplikasi Kredit Online TUNAIKU. 


Tunaiku merupakan salah satu pinjaman online pertama di Indonesia sejak tahun 2014. 


Tunaiku merupakan produk dari Amar Bank, bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. Makin jelas dong keamanan, kepercayaan dan kemudahannya karena berada di bawah naungan bank Amar. 


Visi Tunaiku adalah untuk memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin, tapi juga butuh dana tunai tanpa jaminan langsung cair. 


KENAPA HARUS TUNAIKU?

Tunaiku sudah terdaftar di OJK, tenor pinjaman hingga 20 bulan dan limit pinjaman  sampai 20 bulan tanpa ada biaya tersembunyi, dan tanpa harus punya kartu kredit. 



Bisa dilihat simulasinya kok. 



Prosesnya cepat ga pake ribet. 


SYARAT PEMINJAMAN TUNAIKU 

Mudah dan praktis banget. 


1. Usia 21-55 tahun. Standar banget kan? Hanya untuk usia produktif yang komit bisa bayar hutang.

2. WNI, sementara ini baru khusus untuk warga Indonesia Raya ya. 

3. Punya rekening bank untuk pencairan. 

4. Memiliki penghasilan untuk membayar pinjaman. Ya intinya mah punya duit untuk bayar hutang. Namanya hutang ya harus dibayar sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati. 

5. Alamat KTP atau domisili masih dalam area layanan yaitu Jabodetabek, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Medan, Makassar, Denpasar, Pekanbaru, Palembang.


Gampang kan? 

Eitts inget, hal-hal sepraktis ini pun harus dilakukan dalam keadaan sadar, cermat perhitungan dan mengerti akan konsekuensi.

Ga perlu diingetin lagi kan :


kalo minjem ya balikin. 

Kalo ngutang ya bayar.


Kira-kira begitulah cara cermat berhutang saat isoman pada masa Pandemi ini. 


Lalu yang masih sehat bisa bantu apa?

Banyak beb...

1. Koordinasikan dengan pasien/pemantau mengenai apa yang dibutuhkan. 

2. Karena ada hilang Indra penciuman dan perasa, ada kalanya makanan Mateng/buah bisa menjadi solusi bantuan, atau sebaliknya. Makanan yang tahan lama seperti abon, mie instan, vitamin, obat, bisa diajukan.

3. Saldo Gopay/OVO untuk mereka belanja online mandiri. 

4. Mentahnya aja, alias duit. Karena kemungkinan mereka juga perlu duit untuk bayar pinjaman :).


Stay safe semua.

Salam sehat dari Jonggol. 

Tuesday, April 13, 2021

Brighter And Glowing With Scarlett Brightly Ever After Cream


 

Aloha!

Apakabar?

Semoga sehat selalu di masa pancaroba ini. 

Puasa hari pertama ini, aman?

Semoga lancar sampai Maghrib. Amin.


Cuaca lagi ga menentu banget. Siangnya panas cetar, sorenya hujan lebat Pake petir dan mati lampu. 

Saya kira tadinya sekarang udah masuk musim kemarau. Kalau di tempat saya, musim kemarau itu ditandai oleh panas cetar di siang hari (yaiyalah panas namanya juga kemarau), trus malemnya udaranya dingin banget. 

Tapi ternyata belum masuk musim kemarau karena cuaca ekstrim banget dalam sehari. 


Ngerasa ga sih kalo siang panas banget banget banget, sampe harus berkali-kali ngerefil gelas isi air minum dalam waktu yang sama. Biasanya kalo siang, sekali minum, saya minum 3 gelas ukuran 200ml. 

Ya Allah kerasa dehidrasi banget. Kerasanya tuh pas menjelang malam, ya ampun cape banget banget. Lemes banget. 


Itu yang saya rasakan untuk keseluruhan badan, ternyata kulit wajah pun juga kena efeknya. 

Kalo siang itu cepet banget kerasa kering kerontang. Padahal paginya saya Pake moisturizer + spf 25. 

Wah ga banget ini, kayanya kulit muka harus ekstra perawatan bukan extra diedit Pake filter. 


Lalu mulailah saya seperti biasa, browsing-browsing liat face care yang lagi happening. Scroll scroll timeline, eh baru ngeh. Ternyata Scarlett whitening ngeluarin face carenya, setelah ngeluarin produk serum. Produk face care nya : rangkaian krim siang dan malam. Ada 2 Macam seperti serumnya : Acne dan Brightly Ever After.

Sama seperti serumnya, kita bisa memilih produk yang mana berdasarkan kondisi wajah kita, apakah berjerawat? Jika iya, gunakan Rangkaian Acne cream. Jika tidak, gunakan Rangkaian Brightly Ever After cream.


Saya agak bingung, pilih yang mana ya? Secara kulit saya sebenernya acne prone tapi saat ini lagi ga berjerawat. Dengan percaya diri, saya pilih rangkaian krim Brightly Ever After. 


Eh ternyata saya lupa. Hahahaha. Pas paket krimnya dateng, sayanya lagi PMS. Muncullah beberapa jerawat hormonal. Trus? 

Ya gapapa, bisa disupport sama serum Acne dari Scarlett juga kok.  Baca dulu dong review saya tentang scarlett serum  

Saya penasaran banget sama produk baru Scarlett Face care ini, karena kan awalnya Scarlett whitening memproduksi body care yang memanjakan kulit banget. Sudah pernah saya review juga loh scarlett body care 

Ekspektasi saya sih biasa aja, ya palingan ingredients face carenya ya standar lah kaya yang udah ada. Ternyata... saya salah.


UNBOXING

Lalu unboxing dong.

Visual packaging untuk rangkaian krim BRIGHTLY EVER AFTER ini simple kombinasi pink putih hitam dan abu. Sedangkan untuk rangkaian krim ACNE didominasi warna ungu. 


Wow... Dari packagingnya aja cakep banget. Dikemas dengan dus dan mika penyangga, yang menjamin jar krimnya bakalan lari-lari kemana-mana (bunyi klotak klotek kalo digoyang-goyang dusnya) ataupun luber saat proses pengiriman.


Krimnya sendiri dikemas dalam jar kaca. Huiii ga kaleng-kaleng ini mah packagingnya.  Bener-bener elegan. 

Dalam jarnya, ada lid nya lagi, sehingga ga akan luber tumpah. 

Isinya pun banyak, 20 g dan cukup untuk pemakaian kurang lebih 1 bulan. Saya Pake nyaris 1 bulan dan baru berkurang setengahnya. 


INGREDIENTS

Produk yang diproduksi Scarlett whitening identik dengan pencerah. Pasti kita kuatir dong, jangan-jangan ada kandungan Merkuri dan Hidroquinon?! Karena kedua kandungan ini paling cepat mencerahkan warna kulit. 

Aduh deg-degan. Eh tapi ternyata terbukti dari hasil laboratorium, rangkaian krim ini bebas Merkuri dan Hidroquinon. Aman banget bahkan didukung terdaftar BPOM. 

Untuk originalitasnya sendiri, ada kode hologram di tiap produknya yang bisa dicek keasliannya. 


Lalu kalo bukan merkuri dan hydroquinone, apa aja ya kandungannya?

Ternyata : Niacinamide, Hexapeptide-8, Glutathione, Rainbow Algae, Aqua Peptide Glow, Rosehip Oil, Poreaway, Triceramide, Natural  vit C, dan Green Caviar.


Merupakan bahan-bahan yang berfungsi meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, membantu mencerahkan kulit dan memudarkan bekas bekas jerawat, menyamarkan pori-pori, garis halus, serta mengencangkan kulit wajah.  



APPEARANCE

Penampakan kedua rangkaian krim BRIGHTLY EVER AFTER berwarna putih. 

Beraroma wangi halus, tidak menyengat dan tidak mengganggu. 


Bila tekstur keduanya dibandingkan, tekstur Night cream lebih thick daripada Day Cream. 

Daya serap keduanya, sama. Cepat menyerap ke kulit, tidak lengket dan meninggalkan kesan lembab dan kenyal di kulit. 


DAILY USAGE

Sebenernya baru kali ini saya mulai rangkaian day dan night cream. Jadi untuk waktu pemakaiannya melalui trial dan eror sehingga akhirnya di Minggu kedua saya mendapatkan ritme yang pas untuk best time menggunakan keduanya. 


Day cream biasanya saya pakai pagi hari. Bangun tidur, cuci muka, wudhu, sholat, lalu pakai toner lalu mengoleskan BRIGHTLY EVER AFTER DAY CREAM lalu beraktivitas pagi seperti memasak dan mempersiapkan keperluan suami bekerja dan anak sekolah. 


Kenapa ga dipake abis mandi? Huahaha karena saya mandi dirapel ke siang atau sore. 



Sedangkan BRIGHTLY EVER AFTER NIGHT CREAM, saya pakai menjelang tidur. Di saat semua aktivitas sudah selesai, pokoknya udah tinggal tidur lah. 

Biasanya saya membersihkan wajah setelah saya lap badan+sikat gigi anak sebelum menggiring mereka untuk beristirahat malam. 

Jadi intinya, krim malam saya pakai dan dibawa tidur agar lebih maksimal. 


Saya pernah mencoba mengaplikasikan krim malam setelah mandi sore, eh tapi kok sayang. Karena ga lama, saya harus wudhu lagi untuk sholat Maghrib dan isya. Sayang karena hanya beberapa jam menempel di wajah eh kebilas lagi. Jadi saya merasa waktu yang paling tepat untuk pakai krim malam ya menjelang tidur, supaya ga dibilas-bilas lagi dalam waktu dekat. 



Oiya, untuk pengaplikasiannya cukup dioleskan tipis-tipis, karena wajah kita bukan adonan martabak Bangka yang harus dioles margarin berkali-kali seukuran sendok munjung. 


TESTIMONI

Setelah pemakaian rangkaian krim BRIGHTLY EVER AFTER ini, setiap kali saya menyentuh wajah, wajah selalu dalam keadaan lembab dan kenyal. 


Yang lebih menyenangkan adalah saat bangun pagi, saat mau cuci muka, usap dulu sebentar... Wowwww halus, kenyal dan licin. 

Ya walau halusnya dalam skala acne prone, tapi kerasa halusnya.


Jadi sering-sering ngaca gitu. Seneng banget ngeliatin tekstur dan kondisi kulit wajah. 


Selain itu, wajah jadi lebih cerah berseri, kerutan berkurang. Tentulah berseri, karena kekenyalan itu bikin hati hepi.


Kalo menurut saya sih, wajah lumayan berangsur-angsur glowing walau ga secetar sinar matahari. Tapi kalo ngaca dan andai bisa terekam di foto, glowing itu mulai nampak. Dan tentu saja bikin seneng bercermin. 



KESIMPULAN


Rangkaian Krim Scarlett BRIGHTLY EVER AFTER ini cocok banget untuk kulit wajah saya, terbukti dengan hasil yang cukup menyenangkan. Tidak ada reaksi alergi ataupun ketidakcocokan selama pemakaian krim ini.


Saya masih terus berharap pada rangkaian krim BRIGHTLY EVER AFTER ini sampai olesan terakhir. Kalau hasilnya melebihi ekspektasi, pasti pengen repurchase lagi. 


Krim ini akan lebih maksimal jika dikombinasikan dengan serum BRIGHTLY EVER AFTER. Cocok deh itu, 1 rangkaian klop. 


Harga tetap terjangkau kok, hanya 75K IDR untuk masing-masing itemnya. Dengan ingredient yang happening dan ga kalah dengan skincare luar, menurut saya sih scarlett face care masih lebih terjangkau. 


Cara ordernya pun mudah kok, tersedia di semua channel favorit kamu. 



Ayo buruan order, supaya di hari raya besok meski cuma zoom atau video call, wajah glowing udah bisa dilihat sanak saudara atau malah gebetan. Ehm.