Ratu de Blog

queen-ing, washing then blogging

Monday, April 15, 2019

Pesan Tiket Pesawat Murah Jakarta Malang Untuk Perjalanan Bisnis


Aloha!
Jumpa lagi dengan saya di sini. 
Tetiba, saya ngomongin perjalanan bisnis. Aseekkkk. 
Eits jangan keselek dulu, baca dulu sampe selesai, supaya ga miss-understanding.

Jadi, udah dari sejak awal Maret 2019 ini, ibu mertua saya sudah sounding bahwa di bulan April ini, dia bakalan melakukan perjalanan bisnis ke Malang. Ya namanya perjalanan bisnis, ya sebisa mungkin kan segala sesuatu memerlukan kecepatan tinggi. Time is money, begitu kata para pengusaha. Jadi, makin cepat waktu yang diperlukan, makin banyak uang yang bisa dihasilkan. 

Perjalanan bisnis kali ini, merupakan agenda lanjutan pertemuan dengan pihak instansi pemerintahan yang berwenang mengenai follow-up surat-surat terkait. Iya, sebelumnya ibu saya ini pernah melakukan perjalanan bisnis untuk urusan yang sama. 
Pada perjalanan bisnis sebelumnya, ibu saya menggunakan moda transportasi kereta dari Jakarta, kemudian pulang kembali menggunakan pesawat. 

Untuk perjalanan bisnis ke Malang yang kedua, sudah diwacanakan ibu saya ingin menggunakan transportasi pesawat karena menghemat banyak waktu perjalanan bila dibandingkan dengan menggunakan moda transportasi kereta api yang bisa dikonversikan menjadi pengurusan hal lainnya yang terkait dengan surat-surat terkait. 

Saya, tentu saja tidak ikut serta dalam perjalanan bisnis ini, karena kesibukan saya menjaga daycare tetap aman dan tentram :D.  Tetapiiii, saya yang mengatur akomodasinya. Ibu mertua saya sengaja tidak mengoneksikan ponsel pintarnya dengan segala aplikasi kekinian yang menurut saya dan para netizen sangat memudahkan hidup. Jadi, otomatis, saya bertindak sebagai asisten pribadi yang mengurus segala sesuatunya dari tiket pesawat yang termurah dan hotel untuk beliau tinggal. 

Kali ini sih ga banyak permintaannya, karena murni perjalanan bisnis sehingga tidak membutuhkan rekomendasi tempat-tempat wisata. Cukup tiket pesawat dan hotel yang terdekat dengan kantor instansi tersebut. 

Tadinya, saya ingin melakukan pemesanan tiket pesawat melalui laptop agar ibu saya juga bisa melihat langsung detail perjalanannya beserta harganya. Kan di laptop hurufnya bisa dibesarin sehingga ga perlu pake kacamata bacanya. Penting banget pemilihan maskapai berdasarkan jam take-off dan harga, menurut ibu saya. Bagasi 0 kg, ga penting, karena biasanya ibu saya hanya membawa 1 tas yang muat di cabin saja.
Namun, ternyata ibu saya lebih suka saya mencarinya dan sama-sama berdiskusi mengenai pemesanan tiket pesawat melalui ponsel. Okehlah, saya buka aplikasi Pegipegi aja. 

Cara Pesan Tiket Pesawat di PegiPegi

Aplikasi Pegipegi ini seger banget tampilannya dengan warna orangenya. Tampilannya pun memudahkan banget (user friendly). 

1. Supaya segala sesuatunya mudah, register aja dulu termasuk data penumpang, nanti tinggal klik klik aja, tanpa harus ngetik lagi. Karena ngetik data penumpang saat memesan memerlukan waktu loh. Tau sendiri kan kalo di OTA itu ga bisa kelamaan, harga yang kita pilih bisa segera berubah dalam waktu sekian menit. Data ini bisa di cek di "PROFILE" kanan bawah.



2. Untuk memesan tiket pesawat, tinggal pencet icon bergambar pesawat. Tentukan Asal & tujuan, tanggal dan jumlah penumpang dewasa/anak/bayi. klik "CARI TIKET".
Ada fitur yang memudahkan kita melihat histori pencarian sebelumnya loh, di "TERAKHIR DILIHAT"

3. Kalau masih galau tanggal yang direncanakan kok ternyata harganya masih tinggi banget, bisa klik icon KALENDER di kanan atas untuk melihat harga kisaran tiket di sekitar tanggal pilihan kita. Yak, dipilih... dipilih... dipilih...

4. Ada FILTER di bagian kiri bawah, untuk menyaring pencarian kita tentang kisaran harga, transit/langsung, waktu berangkat, waktu tiba, maskapai. Kalau sudah memilih, jangan lupa klik SIMPAN ya, supaya filternya berfungsi.

5. Ada URUTKAN di bagian kanan bawah, untuk mengurutkan berdasarkan harga, jadwal berangkat paling awal, paling akhir, tiba paling awal, tiba paling akhir. 

6. Setelah menemukan maskapai yang cocok, silahkan klik DETAIL untuk melihat rincian penerbangan dan rincian harga. Lengkap banget infonya dan harga yang tertera adalah harga final yang akan kita bayarkan. Final, tanpa ada tambahan sekian rupiah untuk abcd.



7. Sudah bulat tekad akan memesan? Lanjut ke menu selanjutnya yaitu KONFIRMASI berisi detail pemesanan dan harga total. Kalo udah sesuai, lanjutlah klik LANJUT.



8. Tinggal se-klik lagi dapet deh tiket pesawatnya. Lanjut ke menu BAYAR. Di sini ada pilihan metode pembayaran dari Transfer Bank (hanya dari jam 07.00 - 18.49), Kartu kredit, Transfer ATM, Virtual Account, Internet Banking, Bayar di Minimarket (hanya dari jam 08.00 - 20.00) dan Kredivo. 
Lengkap banget. Pengalaman saya dengan OTA yang lain, cara pembayarannya terbatas banget, cuma transfer via bank. Itupun banknya ternyata bukan bank yang familiar atau sama dengan akun bank saya. Malesin kan kalo terkendala di cara pembayaran. Untungnya pegipegi memudahkan banget. Saya pilih Virtual Account dan ada tombol COPY untuk nomor VA nya ataupun jumlahnya.
Enaknya pake VA itu cepet terverifikasi. Seketika itu juga! Saya sering belanja online, bayar menggunakan VA. 
Untuk pembayaran menggunakan VA ditunggu selama 48 menit ke depan untuk mencegah pemesanan kadaluarsa. 




Setelah selesai pembayaran, tradaaaaaaa.... selesai deh proses pemesanan tiket pesawat online via Pegipegi, Ga pake repot. Alhamdulillah, jadi asisten pribadi dadakan ini, ga kecipratan repotnya. Gampang banget kok.

Semoga perjalanan bisnis ibu saya berjalan lancar dan segala urusannya segera selesai.

Kalo kamu, pernah pake Pegipegi juga?
Thursday, February 21, 2019

Ketika Bocah Keluar Kota Tanpa Orangtuanya


Aloha!

Apakabar semuanya?
Semoga baik-baik saja di bulan penuh cinta ini. Hahahaha.
Di bulan Februari ini lumayan banyak libur, eh meliburkan diri sepertinya :D
Kaya kemaren, libur imlek. Suami saya ngambil cuti di harpitnas. Lalu kita halan-halan kemana?
DI RUMAH SAJA. HAHAHAHA.

Alasannya simpel, karena wiken-wiken sebelumnya, jadwal padat merayap ke sana kemari, sehingga taman rumah terbengkalai. Taman pekarangan rumah itu, adalah hobi, stress healing, dan eye-mental-mind theraphy-nya pak suami. Jadi kalo seminggu aja ga berkebun, doi keki sendiri.
Sedangkan saya? Saya di dalem rumah aja. Hahahahaha.
Saya suka bercocok tanam, tapi kalo urusan main tanah, saya delegasikan ke suami saya. Hahahaha.
Mungkin kalo misalnya kita staycation di hotel, suami saya lebih suka jalan-jalan ke taman atau area hijaunya dan saya lebih suka diem aja di kamar.

Bulan Januari 2019 kemarin, ada 3x saya mudik bolak-balik ke Bekasi. Oiya, sekarang saya tinggal di Jonggol, Kab. Bogor, di rumah sendiri. Iyeyyyy.
Biasanya dalam sebulan, saya hanya sekali mudik ke Bekasi. Nah bulan Januari kemarin, 3x!!! Suatu pencapaian yang luar biasa dan bikin bangkrut. Salah satunya adalah karena anak saya 'dipinjem' pergi keluar kota, bahkan keluar propinsi!!! Anak saya, Arman (4 tahun) diajak plesir ke Kudus, Malang dan Semarang. Huiiiii.... Asyik kan?
Situ asyik yang ngebayangin, sini yang ditinggal, nelangsa banget. Hahaha.

Keadaan yang terbalik, kan biasanya orangtua yang menitipkan anaknya untuk keluar kota, nah kalo saya, anak yang ninggalin saya pergi ke luar kota.
KOK BISA?
Ya bisa aja, karena Si Arman pergi sama eyangnya. Sedekat itu dia sama eyangnya, sampe rela ninggalin emaknya. Hahahaha.
Trus gimana perasaan emaknya? HAMPA, sepi, sunyi ah biasa aja sih. Tapi boong.

Ngomong-ngomong tentang melepas anak bepergian keluar kota tanpa saya sebagai orangtuanya untuk kali pertama, berikut hal yang saya persiapkan kepada anak saya :

1. Lebih Penurut & Tetap Berada Dekat

Sebelum pergi, saya sudah wanti-wanti untuk lebih penurut ke eyangnya, dalam hal ini orang yang menyertainya dalam perjalanan ini. Eyangnya sih sudah terpercaya menjaga anak, terutama anak kecil. Cuma kan kadang anak-anak, suka lupa kalo ga diulang-ulang dan ga diinget-ingetin. Kadang suka ga inget kalo dia bukan di rumah, tapi di tempat orang yang ga boleh ngambek, rewel, tantrum lama-lama. Ya minimal kalo bad mood, dia langsung inget harus mau nurut sama eyangnya. 
Harus selalu bersama eyangnya, ga boleh kemana-mana sendiri tanpa pengawasan. Jangankan di daerah orang, di sekitaran rumah sendiri aja tetap dalam pandangan saya. 

2. Makan Yang Banyak

Namanya anak kecil, apalagi seumur Arman, huiiii kaya gasing. Sebentar lari ke sana, sebentar lari ke sini, sebentar jungkir balik, sebentar naik turun. Kalau ga diiringi dengan intake yang cukup, bisa bisa defisit. Lebih banyak energi yang keluar dari pada sumber energi yang masuk. Saya ga pernah ngebatasin, ga boleh makan ini itu selama perjalanan mereka. Apa aja yang mau dia makan, silahkan. Seperti ciki-cikian, biskuit, susu, roti. Ya kurang lebih standar saya dan si eyang hampir sama. Kalau makan harus ketemu nasi. Ya namanya juga anak Indonesia, dibilang belum makan, kalau belum makan nasi. Hahahha.

3. Istirahat Yang Cukup

Anak kecil bener-bener apa adanya. Dia laper ya pasti minta makan, dia cape ya pasti otomatis tidur tanpa di aba-aba. Hanya saja, kita yang harus jeli lihat tanda-tandanya. Berhubung dalam perjalanan, tentu saja rutinitas istirahatnya ga sama seperti rutinitas di rumah. Satu yang pasti adalah mandi setelah lelah beraktifitas dan dalam keadaan kenyang cukup manjur mengisyaratkan untuk beristirahat. 

4. Tidak Menahan BAB dan BAK

Dimanapun, kapanpun, saya selalu membiasakan untuk menanyakan apakah anak ingin BAB (Buang Air Besar) atau BAK (Buang Air Kecil). Bahkan sebelum mulai perjalanan, saya pastikan mereka BAK dulu di rumah. Jikalau anak ingin BAB/BAK di luar rumah, biasanya saya memilih minimarket atau pom bensin saat memang kebelet. 

5. Selalu Memberi Kabar

Jangan lupa telpon mama loh. Hahahaha. Kira-kira begitu pesan ibu posesif. Ya ga salah dong, sayanya kan juga kangen. Duhhhh gimana kalo ini anak nanti nikah? Segimana besar kerinduan saya ya?! 

Itu kan pesan-pesan saya ke Arman, anak saya yang dibawa eyangnya bepergian jauh tanpa saya. Nah kalo sayanya sendiri gimana? Hahahahaha.
Sebenernya sih saya ga rela, ga mau dipisahkan dari anak saya yang bikin rame rumah dengan segala celoteh, keberisikan, keberantakan dan chaos lainnya sehari-hari. Cuma, selama dipikir-pikir dan pak suami juga meyakinkan, dengan berat hati saya iya-in dan setuju bahwa Arman boleh dibawa bepergian jauh dengan eyangnya tanpa saya.

Menurut suami saya, ini sebagai latihan dia mandiri juga, lagipula dia pergi dengan orang yang kita percaya (yang 5 tahun tinggal bersama) yang sudah tau kebiasaan dan tabiatnya si Arman. 

Sebenernya sih ini request kedua kali dari eyangnya. Dimana, request pertama si Arman berencana diajak ke Padang tahun lalu, dan saya ga setuju. Ketidaksetujuan saya ya karena saya pikir Padang itu jauhhhhhh banget, kalo naik bus AKAP dari Palembang aja hampir 24 jam dengan biaya sekitar 225 ribu. Iya bener segitu, klik di sini
Padahal ternyata eyangnya janjiin naik pesawat. Wkwkwkwkw, sayanya yang sudah kepalang ga setuju sampe ga denger kata kunci pesawat.  

Melepas anak pergi dengan jauh selama beberapa waktu itu bikin ada ruang kosong di hati, membuat rumah menjadi terlalu sunyi meskipun itu sebenernya sunyi yang saya dambakan untuk bisa nulis lebih banyak. Nyatanya? Kesunyian itu ga bikin saya nyaman dan ga bikin saya lebih produktif.

Lalu apa yang saya lakukan untuk tetap ada di hatinya selama perjalanan itu? Gak rela terlupakan.


1. Selalu minta dikirimin foto ter-update

Karena mereka yang lebih tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan komunikasi telepon atau panggilan video (Video call), maka saya minta kepada si tante (adek ipar) untuk selalu kasi update foto anak saya sebagai pengobat rindu. Tsaaaahhhh.
Walaupun ternyata, si tante lebih sering sibuk membalas chat-chat para fansnya dibandingin motoin ponakannya -_-

2. Selalu Bertanya Apa Kabar?

Sebenernya karena saya ga tau kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi langsung via telepon, biasanya saya sms eyang/tante duluan. Lalu kalau waktunya tepat, saya melakukan video call/voice call.
Emang ga malu dibilang kepo??
Lah kangen sama anak sendiri, emang salah ya?! Hahahaha.

3. Menjawab Video Call/Voice Call

Duhhh kalo jauh, begitu ada video call, buru-buru langsung jawab untuk lihat penampakan anak saya. Meski dengan pertanyaan template orang pacaran : 
"Lagi ngapain?"
"Udah makan blom?"
"Makan sama apa?"
"Udah mandi?"
"Bobo siang ga?"

Pertanyaan yang dulu waktu pacaran saya anggap annoying, tapi ternyata menyimpan sejuta perhatian di baliknya. 
Kadang di video-call/voice call, Arman yang inisiatip bersemangat menceritakan kegiatannya. Itu aja sudah cukup mengobati kerinduan dan pengen dia cepet-cepet pulang dan memeluknya. 
Iya, seperti itu perasaan saya ke anak cowo kesayangan yang kalo di rumah sebentar-sebentar minta peluk ke saya. 



Dibilang ibu lebay? Ya biarin aja. Menurut saya ga ada yang salah dengan menunjukkan kerinduan, kekasihsayangan, kecintaan kita ke orang yang kita sayang agar dia merasakan juga energi positif bahwa dia sangat berharga, dicinta dan disayang. Kalau bukan dimulai dari orangtuanya, siapa lagi?

Salam curhat dari ibu posesif.  
xoxo.
Wednesday, January 9, 2019

Solusi Gaya Ga Pasaran? Sablon Kaos Satuan Dong


Aloha!

Apakabar awal 2019nya?
Lancar? Dompet sudah mulai kosong atau sudah mulai terisi? Hihihi.

Ngomong-ngomong tentang ganti tahun, biasanya disertai dengan resolusi tahun baru, banyak tagar yang beredar #2019GantiStatus #2019MenujuHalal #2019NambahBisnis #2019JadiWirausaha

Kalau banting stir jadi wirausaha, kira-kira bisnis apa ya?

Jasa sablon kaos satuan saat ini sedang marak dan berkembang sebagai salah satu bisnis yang menjanjikan. Kemudahan dalam usahanya, dan pangsa pasar yang masih terbuka luas menjadikan bisnis ini sangat menarik untuk digeluti. Banyaknya penyedia jasa sablon kaos satuan bisa juga kita manfaatkan untuk menunjang penampilan kita. Apalagi kalau bukan untuk membuat kaos dengan design kita sendiri.

Baca juga : Kaos Kekinian

Mendesign kaos kita sendiri pastinya akan membuat penampilan kita menjadi berbeda dengan yang lain. Tidak mungkin ada yang akan menyamai kaos kita lagi. Karena pastinya kaos yang kita kenakan adalah satu-satunya di dunia. Tentu saja hal ini akan membuat percaya diri sampai langit ke tujuh.


Kaos sebagai item fashion

Tidak mengherankan mengapa kaos menjadi salah satu item fashion yang paling banyak digunakan orang. Modelnya yang simpel dan bahannya yang nyaman menjadikan kaos bisa dikenakan pada acara apa saja, dan dalam kondisi cuaca apapun. Selain itu, kita tidak perlu terlalu pusing memikirkan gaya, cukup dengan mengenakan kaos, kita tidak akan kebingungan lagi bila ingin bergaya trendi.
Tentunya dengan mendesign kaos sendiri akan membuat kita menjadi pusat perhatian. Siap jadi pusat perhatian???

Apalagi kalau kita memang hobi dan memiliki kemampuan dalam mendesign sesuatu. Dengan mencetak kaos design kita sendiri, akan semakin menonjolkan kepada sekitar kita kalau kita mampu membuat sesuatu yang "berbeda". Dan bisa jadi ini akan memberikan peluang bisnis untuk kita juga.


Peluang bisnis yang masih terbuka luas

Siapa sih yang tidak suka mengenakan kaos? Pastinya semua orang akan memiliki beberapa pasang kaos di dalam lemari bajunya. Walaupun tidak terlalu sering mengenakan kaos, pasti tetap saja seseorang akan membeli kaos. Karena bisa saja ada tamu yang menginap misalnya, dan membutuhkan baju salin, maka kaos lah yang paling mungkin kita pinjamkan. Atau ketika ingin bersantai di rumah, tentu saja akan lebih nyaman bila mengenakan kaos saja.

Kaos juga bisa dikenakan untuk semua usia, tidak terdominasi oleh anak muda saja. Dari bayi sampai orang tua sekalipun pastinya gemar mengenakan kaos. 

Karenanya bisnis menjual kaos design sendiri masih sangat terbuka luas untuk kita geluti. Tidak sedikit yang telah berhasil karena bisnis ini. 

Kita juga tidak membutuhkan modal yang besar, hanya perlu sebuah komputer untuk mendesign, dan memiliki penyedia jasa sablon kaos satuan yang bisa kita percaya. Bisnis ini akan berjalan dengan lancar.

Kita tidak perlu menyetok banyak barang, dan mengeluarkan modal yang besar di depan. Dengan kemampuan design, kita hanya harus membuat sebuah design, lalu menempelnya pada sebuah gambar kaos polos dengan menggunakan aplikasi edit gambar. Dan posting gambar-gambar design kitaa di sosial media atau market place yang kita senangi. Tidak perlu melakukan apa-apa sampai nanti ada yang memesan kaos design tersebut.

Ketika pesanan datang, barulah kita mulai bekerja. Bila kita sudah memiliki langganan penyedia jasa sablon kaos satuan, tentunya hal ini akan semakin mudah. Kita cukup mengirim design kita via email ke penyedia jasa cetak, dan tunggu sampai kaos kita selesai. Lalu tinggal di kirimkan ke alamat yang memesan kaos kita bila kita sudah cukup puas dengan hasil cetaknya. Cukup mudah dan tidak memakan banyak pikiran bukan?

Dengan ketekunan dan kerja keras, serta seringnya kita melakukan promosi, pastinya kaos yang kita design sendiri ini akan semakin dikenal orang. Pelan-pelan namun pasti, kita akan merasakan hasilnya. Selamat mencoba bisnis baru, dan teruslah semangat dalam berusaha.