queen-ing, washing then blogging

Wednesday, April 19, 2017

Menghitung Masa Subur Sebelum Bertempur

Weheartit

Aloha!

Jumpa lagi dengan mama ArmanAndin. Kali ini tiba2 pengen cerita tentang sesuatu yang berkaitan dengan kehamilan.
Ngomongin hamil mulu ya? Emangnya hamil lagi?

Hahaha. Jangan dulu dong. Ini bocah2 masih kecil, baru juga mau renop rumah. Hahahaha.

Ini sponsored post pake esmosi dan riset. Jadi jangan buru2 klik close ya. Baca dong, plis.

Tapi saya sebenernya takut nulis kaya gini, takut hamil lagi XD. Soalnya kalo saya, ga ada yang serba kebetulan, pasti ada benang merahnya *buru2 beli tespek

Cuma mau berbagi pengalaman aja sih.
Kalo ditanya, berapa banyak orang terdekat yang belum hamil? Banyak.
Yang belum nikah aja juga banyak.
Yang belum nikah, tapi udah hamil juga banyak, tapi saya ga kenal. Hahahaha.

Jadi, menurut temen saya yang dokter umum, duluuu infertil atau ga subur itu 'definisi'nya 2 tahun menikah dan teratur berhubungan tapi belum kunjung hamil. Saya lega, karena saya indent 1 tahun nikah baru hamil. TAPI ITU DEFINISI JAMAN DULU. Jaman RRC produktip banget nambah penduduk dunia, kayanya.

Sekarang, definisi infertil mendadak maju time frame indentnya. Enam bulan menikah dan teratur berhubungan tapi belum kunjung hamil, bisa dikatakan infertil, segera cek ke dokter. NAH LOH! Saya kan generasi kekinian, berarti standardnya yang 6 bulan itu dong? Masa iya saya infertil dan siap dengan kenyataan terburuk kalo saya mandul, sementara udah saya tulis gede2 di buku nikah kalo saya ga mau dipoligami *boong deng nulis di buku nikahnya*

Lalu saya cek ke dokter kandungan bersama suami dan lalu di USG dan lalu ditanya kapan haid terakhirnya? Berapa lama siklusnya?
Dan saya lupa. Dan terbuang sia2 lah biaya konsul dokter kandungan karena saya ga punya data.

Jadi, point pertama setelah menikah yang harus dicatat adalah tanggal hari pertama haid dan siklusnya dan frekuensi berhubungan. Minimal 6 siklus lah supaya keliatan polanya. Sukur2 teratur, jadinya pas 6 bulan. Lalu kalo ga teratur, gimana? Ga bisa punya anak? Bisa aja buibu. Saya buktinya.

Ayo buibu menghitung masa subur.
Mohon dibaca dengan pendewasaan diri ya, akan ada beberapa istilah yang mungkin kalo diobrolin masih dianggap tabu dan vulgar.

Ya namanya menikah, salah satu tujuannya berkembangbiak, berreproduksi, melanjutkan keturunan. Ya untuk itu harus berhubungan. Berhubungan pun ada aturannya supaya cespleng langsung membuahi sel telur di tempat yang tepat, di saat yang tepat, dengan kondisi sperma dan telur yang tepat. Karena kalo salah satu variabelnya ga optimal, hal2 yang ga diharapkan bisa terjadi.

Gimana cara menghitung masa subur? Kalau yang haidnya teratur, gampang kok tinggal dimasukin aja tanggalnya dikalkulator masa subur.

Kalo ga teratur, nahh kumpulin dulu data 6 siklus ya sis. Harus 6 ya. Kenapa?
Ya supaya keliatan polanya dan berapa rata2nya. Bisa ketahuan berapa lama siklus terpanjang dan siklus terpendek.

Rumus masa subur sistem kalender : 
siklus terpendek dikurangi 18
siklus terpanjang dikurangi 11
Contoh aja nih, hari pertama haid adalah :
21 Juli
18 Agustus
17 September.

Maka siklus haid pada kedua bulan tersebut adalah 28 hari dan 30 hari (dihitung dari hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya). Bila diambil data selama 2 bulan ini saja, maka dianggap rentang siklus haid adalah 28-30 hari.

Dengan perhitungan tersebut maka masa subur akan terjadi pada hari ke-10 (siklus terpendek yaitu 28 dikurangi 18) hingga hari ke-19 (siklus terpanjang yaitu 30 dikurangi 11) dihitung dari hari pertama siklus haid. Bila hari pertama haid terakhir adalah pada tanggal 17 September maka masa subur akan terjadi pada hari ke 10-19 dihitung dari hari pertama haid, yaitu pada tanggal 27 September-6 Oktober.

Tapi perhitungan metode kalender gini ga akurat untuk yang siklusnya terlalu lama, seperti 45 hari ke atas. 
Gitu sih kata referensi yang saya baca2. 

Lalu gemana?
Cara menentukan masa subur dapat pula diprediksi dengan metode lain seperti :
#1 metode lendir serviks, di mana pada saat masa subur diproduksi lendir serviks atau cairan vagina yang berwarna bening, licin, elastis, dengan konsistensi menyerupai putih telur mentah. Adanya lendir serviks ini dapat menjadi penanda bahwa buibu sedang berada dalam masa subur.

#2 Metode suhu basal, yaitu dengan pengukuran suhu basal tubuh setiap hari. Suhu basal tubuh diukur pada pagi hari saat baru bangun tidur dan belum beranjak dari tempat tidur, di mana nilai normalnya adalah 35,-36,6 derajat Celsius. Pada saat ovulasi terjadi kenaikan suhu basal sekitar 0,3 derajat Celsius.

#3 Menggunakan alat prediksi masa subur yang dijual bebas di apotek.

Jadi buibu kalau sudah tahu cara menghitung masa subur, segera dioptimalkan kondisinya dan jangan lupa banyak doa ya, karena urusan anak ini beneran haknya Allah sih, ga bisa ditawar2.

Kalo saya pake cara yang mana?
Baru kepikiran sekarang juga sih, tapi yang jelas saya hamil saat saya mulai relax ga stress sama kerjaan kantor, kerja 3hari saja di sebulan jelang resign. Jadi, managemen stress juga berpengaruh sama hormon ya buibu. Ga menjawab pertanyaan :D

Semoga mencerahkan.
Ladies, lets get busyyy ~ Chuck, angry bird movies.
:D
7 comments on "Menghitung Masa Subur Sebelum Bertempur"
  1. bertempur amat mbak istilahnya hahahhaak :D

    ReplyDelete
  2. ya ini penting banget infonya buat calon ibu.. semoga makin well informed
    jaman dulu aku juga sempat nggak tau cara ngitung masa subur dan umur kehamilan

    ReplyDelete
  3. Hmmm pas banget nih baca ini, jadi pengen hamil lagi.

    ReplyDelete
  4. Waduh.. aku haidnya setahun 2 kali, nyoba program eh langsung jadi wkwkwkw.. BAHAYA...!!

    ReplyDelete
  5. Let's gets busy ngapain mpookkk, ahahha...
    Buat yang masih mau menunda anak, menghitung masa subur juga penting biar nggak kebobolan. =D

    ReplyDelete
  6. mesti dibac sama ibu2 muda dan calon ibu-ibu. Tp bapak-bapak juga wajib tau klo ini mah. hehe

    ReplyDelete

Terimakasih kunjungannya. Komennya dimoderasi. Semua komen saya baca Dan akan segera saya kunjungi balik :)